Ini Alasan Kenapa Tidak ada Guling dan Jam Dinding di Kamar Hotel

Di antara kamu mungkin tidak ada yang sadar jika hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di masing-masing kamar.

famous-placez.blogspot.co.id
Ilustrasi Kamar Hotel 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada sebuah fakta unik di hotel yang mungkin tidak disadari tamu yang menginap.

Di antara kamu mungkin tidak ada yang sadar jika hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di masing-masing kamar.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, guling merupakan teman tidur yang wajib ada di kasur dan jam dinding biasanya dijadikan hiasan di kamar.

Pernahkah kamu tahu alasan kenapa kamar-kamar di hotel tidak menyediakan guling dan jam dinding?

Dirangkum TribunTravel, berikut fakta unik hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di kamar.

Ada beberapa alasan kenapa hotel jarang menyediakan guling di kamar, di antaranya:

1. Hotel mengadopsi gaya hidup western

Hotel Grand Fatma di Kutai Kartanegara
Hotel Grand Fatma di Kutai Kartanegara (Pegipegi)

Guling pertama kali muncul ketika Belanda menjajah Indonesia beberapa ratus tahun yang lalu.

Yang akhirnya membuat guling dikenal di Belanda dan Indonesia.

Tonton juga: 

 Bermalam di Yogyakarta, Ini 7 Hotel Murah Dekat Malioboro dengan Tarif Mulai Rp 100 Ribuan

 Ini Cara Sederhana Cegah Paspor Ketinggalan di Brankas Kamar Hotel

 Jangan Gunakan Tanda Minta Kamar Dibersihkan di Hotel, Ini Alasannya

Karena hotel mengadopsi gaya hidup western yang mengacu pada hotel-hotel di negara barat, maka dalam pelayanan hotel ala barat tidak dikenal adanya guling.

Jadi hotel di Indonesia pun juga tidak menyediakan guling meskipun beberapa hotel ada yang menyediakan.

2. Guling tidak higienis

ilustrasi menggunakan guling saat tidur
ilustrasi menggunakan guling saat tidur (instagram/mandalaliving)

Alasan kedua yakni hotel berusaha memberikan kehigienisan di kamar.

Bayangkan saja tamu-tamu hotel yang datang dari berbagai macam kalangan tidur dan menginap di hotel.

Berbeda dengan bantal yang hanya kena kepala, guling bisa saja dipeluk, dan dimainkan.

Terlebih jika terjadi gesekan antara kulit manusia yang bermacam-macam dengan guling, maka akan membuat guling menjadi kotor.

Apalagi jika tamu hotel tidak mandi atau punya penyakit kulit, tentu rasanya guling menjadi kurang higienis meski sudah dicuci.

3. Orientasi tamu hotel adalah turis

Turis asing berpose di depan salah satu homestay di Dieng Kulon, Banjarnegara.
Turis asing berpose di depan salah satu homestay di Dieng Kulon, Banjarnegara. (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)

Turis asing adalah pelanggan hotel yang berasal dari berbagai negara, dan di negara lain tidak ditemui sesuatu yang bernama guling.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved