Liburan ke Bali, Wajib Tahu 6 Larangan Ini Harus Diperhatikan

Berikut 6 larangan atau pantangan saat kamu berlibur di Bali. Yang belum mengetahui informasi tersebut, wajib dibaca sampai akhir.

TribunTravel/Gigih Prayitno
Pertunjukkan Tari Kecak dan sunset di Uluwatu 

Tak sedikit, orang asing di luar warga Hindu yang datang berkunjung, untuk setiap pengunjung ke tempat suci wajib memakai kamben (kain) dan selendang diikatkan di pinggang.

Kalau itu tidak dilakukan anda tidak boleh masuk atau bisa ditegur oleh petugas atau warga setempat.

4. Jaga Ucapan Juga

Tak boleh berbicara kasar, membuat onar baik di kawasan tempat suci, seperti naik ke pelinggih (bangunan suci) atau perbuatan tercela lainnya itu tidak boleh dilakukan.

5. Saat Ada Upacara ke Agamaan di Jalan

BERTEPATAN dengan Selasa wage matal, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar mapepada wewalungan dalam serangkaian upacara tawur agung kesanga di Catus Pata Bangli, Selasa (5/3/2019).
BERTEPATAN dengan Selasa wage matal, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar mapepada wewalungan dalam serangkaian upacara tawur agung kesanga di Catus Pata Bangli, Selasa (5/3/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Jika kamu dalam perjalanan, kemudian berpapasan dengan sekumupulan warga yang sedang beribadah, makan sebaikanya bertindak biasa.

Jangan sampai mengumpat ataupun membunyikan klakson berulang-ulang saat jalanan macet karena sedang dalam prosesi upacara keagamaan seperti Ngaben ataupun Melasti.

6. Perhatikan! Selalu Ada Sesajian

menghaturkan canang
menghaturkan canang (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Dengan sengaja menginjak persembahan seperti sesajen berupa canang, yang banyak dilakukan di pinggir jalan atau pada trotoar, merupakan hal yang pali dilaran.

Jika tidak sengaja terinjak juga itu tidak masalah, namun akan lebih baik bilang maaf kepada orang disana atau minimal maaf dalam hati saja

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved