desa wisata

Desa Wisata Pinge Tawarkan Atraksi Matekap

Kilauan sayap putih burung Kokokan, menyambut saat memulai trekking di desa wisata Pinge, Tabanan, Bali.Matekap merupakan salah satu atraksi di sini

sendiri
suasana matekap (membajak sawah) seorang petani di desa wisata pinge tabanan bali 

Desa Wisata Pinge Tawarkan Atraksi Matekap 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM - Kilauan sayap putih burung Kokokan, menyambut saat memulai trekking di desa wisata Pinge, Tabanan, Bali.

Udara dingin nan sejuk, tak menyurutkan semangat berjalan selama sejam menyusuri jalan setapak desa.

Melihat langsung alam, budaya, dan atraksi di desa wisata berpenduduk 818 jiwa dari 163 KK ini kian memberikan semangat.

Apalagi penerapan konsep community based tourism di desa ini sangat kental. Pinge, telah ditetapkan menjadi desa wisata sejak tahun 2014.

Satu kilometer tak terasa, karena diselingi pemandangan hijaunya hamparan padi, sayur kol, bunga gumitir, hingga ladang coklat.

“Burung Kokokan ini padahal dari Ubud, tapi terbang sampai ke sini pada musim tanam padi.

Burung ini datang pagi dan malamnya kembali ke Ubud,” ujar I Made Suarka, Guide lokal asal Banjar Pinge, Selasa (12/11/2019).

Penghujung jalur trekking,  ditandai dengan bangunan Pura Subak Baluan.

Ada 3 subak yang dilalui jalur trekking ini, kata dia, yakni Subak Pacung, Baluan, dan Pengilen.

Dalam perjalanan, ada petani membajak dengan traktor, ada pula dengan sapi atau disebut matekap.

“Matekap merupakan salah satu atraksi di sini, selain ngelawar, nyate, menari Bali, mengukir, dan sebagainya,” sebutnya.

Wisatawan bisa istirahat di Bale Banjar Pinge, sembari menyeruput buah kelapa muda dengan pipet dari batang padi.

AA Ngurah Putra Arimbawa, Ketua Pengelola Desa Wisata Pinge, menjelaskan jalur trekking dibangun dari kerjasama warga setempat.

“Pengunjung bisa trekking pagi sebelum sarapan, atau sesudah dan bisa juga sore,” katanya.

Warga pun rela tanahnya, dijadikan jalur trekking demi membangun Pinge menjadi desa wisata berbasis alam dan budaya.

“Guide lokal ada 5 orang yang standby di sini. Sementara untuk tamu asing, biasanya guide lokal akan menemani guide dari travel,” jelasnya. (ask)

Caption : ask/Suasana seorang petani saat matekap (membajak sawah) di Desa Wisata Pinge, Tabanan, Bali.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved