Bunga Matahari

Bertani Bunga Matahari Malah Jadi Destinasi

Berawal dari media sosial (medsos), kini kebun Belayu Florist di Marga, Tabanan, Bali, menjadi destinasi swafoto kalangan millenial. Bunga Matahari

anak agung seri kusniarti
Swafoto - Turis lokal menikmati swafoto di Taman Bunga Matahari, Marga, Tabanan, Bali 

Bertani Bunga Matahari Malah Jadi Destinasi

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, TABANAN - Berawal dari media sosial (medsos), kini kebun Belayu Florist di Marga, Tabanan, Bali, menjadi destinasi swafoto kalangan millenial.

Padahal awalnya, tempat ini adalah perkebunan bunga, khususnya bunga Matahari.

Wayan Dika, Pemilik Belayu Florist, kaget karena kini kebunnya dipadati pengunjung yang hampir 200 orang per hari.

“Awalnya saya dan kelompok tani Sapta Bayu Kencana di Banjar Batan Nyuh, Desa Batan Nyuh, Marga, Tabanan hanya menanam bunga di sini,” jelasnya kepada Tribun Bali, Jumat (15/11/2019).

Pria yang juga Ketua Kelompok Tani Sapta Bayu Kencana ini, mengatakan setidaknya ada 8 orang petani bunga di kelompoknya.

Semuanya bertani bunga hias dan bunga potong, seperti bunga Matahari, Margot, Gumitir, hingga Kerisan.

“Saya berkebun di sini sudah sejak 7 tahun lalu sama orang tua, waktu ini prioritasnya sayur mayur dan belakangan menjadi bunga karena di sini daerah hujan dan tidak mungkin berkesinambungan menanam sayur,” katanya.

Kebetulan pria ini juga hobi menanam hunga.

Setelah booming dan menjadi destinasi  wisata swafoto, ia pun berpikir terus mengembangkan kebunnya itu.

“Sekarang memang belum siap dengan konsep wisata, karena keburu viral.

Jadi akhirnya serba otodidak mempersiapkan sarana spot foto.

Viral sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Bahkan kedatangan pengunjung lebih membludak saat akhir pekan.

“Sabtu dan Minggu itu bisa lebih dari 200 orang,” sebutnya.

Selain kalangan millenial, pengunjungnya juga banyak dari kalangan keluarga.

Ia pun belum menetapkan retribusi khusus, hanya uang donasi Rp 5.000 per orang.

Jika pengunjung ingin memetik bunga Matahari dikenakan biaya Rp 5.000 sampai Rp 20 ribu, sesuai dengan ukuran bunga yang dipotong.

Ia pun merasakan bahwa destinasi wisata lebih menguntungkan dibandingkan kebun yang ia kelola selama ini. Untuk itu, ia berencana memperluas kebun bunga Matahari ini dari 10 are menjadi 35 are.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved