Destinasi Bali

Bali Masuk Destinasi Tak Layak Kunjung, PHRI dan IHGMA Angkat Bicara

Adanya pemberitaan Fodor’s Travel, yang menyebut Bali menjadi destinasi yang dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020. Membuat geram pelaku

INSTAGRAM/worldpinuk
Pura Tanah Lot 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR – Adanya pemberitaan Fodor’s Travel, yang menyebut Bali menjadi destinasi yang dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Membuat geram pelaku dan praktisi pariwisata di Pulau Dewata.

“Ini cukup memprihatinkan, karena Bali masih sangat layak dikunjungi,” kata Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, kepada Tribun Bali, Selasa (19/11/2019).

Rai Suryawijaya, sapaan akrabnya, mengatakan masih ada 35 persen okupansi yang perlu diisi di Bali.

Mengingat saat ini rata-rata okupansi hanya 65 persen (avarage).

Sehingga untuk mencapai okupansi hingga 80-90 persen, dibutuhkan setidaknya 9 juta kedatangan wisman ke Bali.

Sementara sekarang masih antara 5-6 juta wisman yang datang ke Pulau Dewata.

Berita ini pun dianggap akan berdampak negatif, apalagi wisman Amerika Serikat, merupakan salah satu wisman potensial bagi Bali.

Beberapa masalah yang disoroti Fodors.com, adalah mengenai sampah plastik di pantai.

Kemudian adanya rencana pemerintah memungut retribusi, atau sebelumnya disebut admission fee ke turis yang datang.

Fodors.com, mengatakan pajak turis ini diharapkan mampu membantu memerangi efek pariwisata massal terhadap lingkungan.

Rai mengatakan, hampir seluruh negara di dunia memberlakukan pungutan seperti ini.

“Bayangkan Bhutan saja, sampai memungut retribusi ke turis sampai 250 dolar per orang. Makanya Bhutan menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia,” sebutnya.

Namun efek sampingnya secara internal, turis yang datang jauh lebih berkualitas.

Selain itu, Bhutan mampu menjaga kelestarian alam dan masyarakatnya.

Apalagi memang turis yang datang dibatasi setiap tahunnya.

Sementara untuk masalah sampah, khususnya sampah plastik di Bali telah ada pergub yang mengatur ini.

Ia yakin, ke depan pemerintah dan stakeholder pariwisata akan terus konsen terkait masalah sampah ini.

Sehingga wisman kelas atas, seperti dari Eropa dan Amerika akan meningkat datang ke Bali.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved