Menu Nasi Khas Bali

Lezatnya Nasi Tekor, Menu Olahan Masa Lalu, Rasa Masa Kini, Dan Kuliner Masa Depan

Bagi yang sering berkunjung ke Desa Wisata Kertalangu, Denpasar, Bali pastinya sudah tidak asing dengan Warung Nasi Tekor Mule Bali ini

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
karsiani putri
Menu Nasi Tekor Di Warung Nasi Tekor Mule Bali, Denpasar, Bali 

Lezatnya Nasi Tekor, Menu Olahan Masa Lalu, Rasa Masa Kini, Dan Kuliner Masa Depan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri 

 TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR- Bagi yang sering berkunjung ke Desa Wisata Kertalangu, Denpasar, Bali pastinya sudah tidak asing dengan Warung Nasi Tekor Mule Bali ini.

Berlokasi di pintu masuk Desa Wisata Kertalangu, Warung Nasi Tekor Mule Bali menghadirkan berbagai masakan serba Bali yang pastinya akan mengingatkan kita akan suasana zaman dulu di pedesaan.

Nasi Tekor di tempat ini menghadirkan menu serba ayam, yakni ayam gerang asem ala Bali Tengah, sate serapah ayam, jukut ares, ayam bakar sere lemo, lawar penyon ayam, jukut urab dengan tiga pilihan, yaitu kelor, bayem, dan gonde, serta ada juga sambel matah tuung, sambel embe, sambe sere lemo, dan pelengkap akhirnya adalah kacang.

"Olahan masa lalu, rasa masa kini, kuliner masa depan," ucap pemilik Warung Nasi Tekor Mule Bali, Pande Nyoman Darta atau biasa dipanggil Pekak Tekor pada beberapa waktu lalu.

Rasa yang enak dan nikmat tentunya sangat dipengaruhi oleh pemilihan bahan-bahan masakannya.

Pekak menyebutkan bahwa untuk daging ayam yang digunakannya merupakan perpaduan antara daging ayam broiler dan daging ayam kampung sehingga menghasilkan kelegitan dari dua daging ayam tersebut.

Dari bumbunya pun, Pekak memilih bahan bumbu yang berasal dari daerah Bali tengah, setelah selama beberapa waktu lalu terus mencari bahan terbaik.

Hingga akhirnya kini, menu Nasi Tekornya pun menjadi favorit para pelancong yang datang ke Desa Wisata Kertalangu.

Tidak hanya Nasi Tekornya saja yang istimewa dan membuat kita bernostalgia akan suasana Bali pada zaman dulu, namun berbagai menu pendampingnya pun tidak kalah istimewa.

Godoh pisang, godoh sele, godoh campur, godoh tape, dan limpang limpung merupakan daftar menu pendamping yang pastinya akan mengingatkan kita akan kampung halaman.

Untuk harga makanan ditempat ini dijual mulai dari harga Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu dan untuk minuman dijual mulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Selain dari menu makanannya yang akan membuat kita bernostalgia, konsep dari Warung Nasi ini pun dibuat seperti kubu atau rumah Bali yang sederhana lengkap dengan berbagai asesoris yang semakin memunjukkan kesan zaman dulu.

Mulai dari bangunan, tempat duduk, tekor nasi, sampai dengan asesoris lainnya pun dibuat seperti zaman dulu yang pastinya akan membuat kita betah berlama-lama disini.

Menurut Pekak, konsep dari keseluruhan bangunan ini merupakan wujud ungkapan terimakasihnya kepada Alm Wayan Kari dan juga putra Beliau, I Ketut Siandana yang merupakan orang berjasa baginya.

Yang membuat tempat ini semakin istimewa lagi adalah keramah-tamahan yang dihadirkan di tempat ini.

Ketika pengunjung datang, pengunjung akan disambut dengan ucapan Om Swastyastu oleh pemilik dan juga pegawai yang menggunakan pakaian adat madya.

Serta, Pekak juga menjelaskan bahwa ditempat ini pengunjung dapat menambah nasi putih, sambel dan kuahnya dan itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Kedepannya, Pekak berencanan untuk memperpanjang jam buka Warung agar bisa buka sampai malam karena saat ini, Warung hanya buka dari pukul 08.00 Wita sampai dengan 17.00 Wita. 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved