Wisata melukat

Taman Beji Samuan, Tawarkan Wisata Religi dan Alam Indah

Satu diantaranya, adalah tempat melukat bernama Pemelukatan Sapta Rsi. Atau akrab dikenal, dengan sebutan Taman Beji Samuan, di Desa Samuan, Carangsa

anak agung seri kusniarti
Melukat - Seorang pamedek saat melukat di Taman Beji Samuan, Carangsari, Badung, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG – Banyak yang belum tahu, selain memiliki beragam destinasi wisata andalan.

Badung juga tak kalah dengan wisata religi atau spiritualnya.

Satu diantaranya, adalah tempat melukat bernama Pemelukatan Sapta Rsi.

Atau akrab dikenal, dengan sebutan Taman Beji Samuan, di Desa Samuan, Carangsari, Badung, Bali.

Saat Tribun Bali mendatangi genah penglukatan ini, tak banyak yang datang.

Walau demikian, kini Taman Beji Samuan mulai terkenal di kalangan masyarakat luar Badung.

Apalagi lokasi suci ini, dikelilingi pemandangan alam yang luar biasa indah.

Di bawah lokasi melukat ini, ada aliran sungai Penet yang tak kalah indah.

“Airnya dingin sekali, dan sangat segar. Walau arusnya cukup kuat. Saya lihat ada beberapa yang mancing,” ujar Kartika, asal Gianyar.

Air di beji ini, tertampung di sebuah kolam buatan warga dan terlihat sangat jernih.

Layaknya kolam renang alami di atas tebing.

Konon yang melukat ke sini, akan mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani.

Pamedek tak perlu khawatir, karena akses jalan anak tangga menuju lokasi telah dibangun oleh desa adat setempat.

Bendesa Adat Samuan, I Gusti Putu Adnyana, menjelaskan lokasi suci ini kian digemari masyarakat.

Sebab selain indah, juga memberikan energi spiritual positif yang baik bagi jiwa dan raga.

Ia bercerita genah melukat ini, sudah aja sejak dulu.

Kabarnya lokasi ini, kata dia, dihuni seorang rsi tua, sehingga disebut Sapta Rsi, sesuai dengan 7 pancuran yang ada di sana.

Terkadang ada suara genta terdengar.

Walaupun ada energi spiritual yang besar, namun anak-anak sekitar sangat senang datang ke lokasi ini.

Pemangku juga ada di lokasi, dan pamedek cukup datang membawa pejati dan canang.

“Kebetulan ada dagang canang sekaligus makanan dan minuman di sini,” sebut Sri, seorang pamedek. (ask)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved