Community Based Tourism

PHRI : Tidak Perlu Bangun Hotel Mewah Berbintang di Nusa Penida

Menanggapi ihwal Nusa Penida, yang mendapatkan peringkat nomor satu sebagai destinasi backpacker 2020. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI

anak agung seri kusniarti
Pose - Seorang turis lokal berpose di Banah Cliff Nusa Penida, Klungkung, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR – Menanggapi ihwal Nusa Penida, yang mendapatkan peringkat nomor satu sebagai destinasi backpacker 2020.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, sangat mengapresiasi ini.

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan wisata minat khusus seperti backpacker ini penting dijaga dan dikembangkan ke depan.

Selain wisata minat khusus Mice di Bali.

“Baguslah, minimal ada pemilihan minat khusus untuk para backpacer ini. Sebab turis backpacker bukan hanya orang dengan spending pas-pasan, tapi banyak juga orang berduit sebagai backpacker,” katanya kepada Tribun Bali, Kamis (5/12/2019).

Ia mengatakan, Nusa Penida sejak lama memang telah berkembang sebagai destinasi wisata.

Apalagi alamnya yang indah dan menarik, serta masih asri dan jauh dari polusi.

Rai, sapaan akrabnya, mengatakan Nusa Penida sangat bagus dikembangkan menjadi community based tourism.

Sehingga mampu mempertahankan adat budaya, dan alam serta wisata bahari yang luar biasa di sana.

“Saya rasa tidak perlu lah di Nusa Penida dibangun hotel berbintang, biarkan saja homestay milik warga lokal berkembang di sana,” katanya.

Sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi warga lokal, dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda asli Nusa Penida.

“Jadi anak mudanya ga perlu kerja ke Kuta, Badung, cukup kerja di sana,” imbuhnya.

Intinya, kata dia, pemilik homestay agar tetap menjaga kualitas, kenyamanan, dan keamanan agar turis betah lama menginap.

“Kalau turis mau tinggal di hotel berbintang, kan bisa tinggal di Sanur, Kuta, dan Nusa Dua. Nanti tinggal nyebrang ke Nusa Penida. Jadi sinergi dan semua dapat bagiannya,” jelas Ketua BPPD Badung ini.

Sebab jika dibangun hotel mewah berbintang di Nusa Penida, maka lambat laun akan mematikan homestay yang ada di sana.

Apalagi wilayah Nusa Penida tidak terlalu besar, dan jaraknya dengan pulau utama (Bali) tidak terlalu jauh.

“Jadi biarkan saja Nusa Penida seperti itu, dengan konsep community based tourism akan lebih indah dan elok,” tegasnya. Ia pun berharap pemerintah daerah memproteksi hal ini. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved