Kopi Wine

Wow Cicipi Sensasi Kopi Rasa Wine di Bali

Mangku Putra, Owner Giri Alam, memperkenalkan varian rasa terbaru dari kopi yakni rasa wine. Rasa unik ini dihasilkan dari proses fermentasi sedikit

anak agung seri kusniarti
Racik - Mangku Putra saat meracik kopi wine ciptaannya di Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mangku Putra, Owner Giri Alam, memperkenalkan varian rasa terbaru dari kopi yakni rasa wine.

Rasa unik ini dihasilkan dari proses fermentasi sedikit lama, ketimbang proses fermentasi olah basah.

“Sehingga untuk membuat kopi wine setidaknya membutuhkan seminggu untuk proses fermentasi,” katanya kepada Tribun Bali, beberapa waktu lalu di Denpasar.

Diperlukan ketelitian agar rasa kopi bersih. “Sebab ketika tidak diolah dengan benar, maka hasilnya juga tidak benar.

Karena jenis kopi ada kopi komersial dan kopi spesial taste.

Komersial adalah kopi dipasarkan secara umum, kalau kopi spesial taste adalah kopi yang tidak ada cacatnya, pure kopi dan enak kalau diolah  sesuai SOP,” jelasnya.

Lanjut Mangku, sapaan akrabnya, untuk membuat kopi spesial taste dimulai dengan mencari kopi yang ditanam dengan sehat.

Kemudian proses panen yang bagus, dan proses pengolahan sesuai SOP yang benar.

Hasil rasa wine, kata dia, didapatkan dari proses fermentasi paling lama hingga tercipta rasa wine.

Selain varian wine, ia juga membuat varian rasa madu.

“Nah kalau madu ini, prosesnya tidak difermentasi. Tetapi ketika kopi berwarna merah dikupas kulitnya, getahnya kan manis.

Ini dibiarkan melekat di dalam kopi dan dikeringkan, sehingga rasa manis diserap oleh kopi,” ujarnya.

Rasa manis di dalam kulit buah yang melekat di cangkang kopi inilah yang membuat rasa madu.

Pria berambut panjang ini, menekuni bidang kopi sejak 2000, namun efektifnya tahun 2002.

Difrensiasi rasa kopi ini, tidak semata-mata karena khawatir terhadap pesaing.

“Sebab yang saya buat adalah kopi yang benar-benar spesial taste.

Sehingga pangsa pasar kami berbeda, kami menyasar kalangan menengah ke atas dan turis  yang memahami bagaimana cita rasa kopi yang baik,” jelasnya.

Saat ini pemasarannya masih seputar wilayah Bali,  sembari mencari celah-celah ekpsor.

“Kendalanya kami tidak punya pengetahuan untuk ekspor, mudah-mudahan dibantu dengan BI,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved