Taman Sari Waterfall

Ribuan Turis Padati Taman Sari Waterfall

Nyoman Kardana, Kelihan Dinas Banjar Ngenjung Sari Desa Bakbakan, Gianyar, Bali, kaget melihat antusiasme turis lokal yang memadati Taman Sari Waterfa

Ribuan Turis Padati Taman Sari Waterfall
anak agung seri kusniarti
Santai - Turis lokal saat santai menikmati natural pool di Taman Sari Waterfall Naturan Pool 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A  A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, GIANYAR – Nyoman Kardana, Kelihan Dinas Banjar Ngenjung Sari Desa Bakbakan, Gianyar, Bali, kaget melihat antusiasme turis lokal yang memadati Taman Sari Waterfall Natural Pool.

Khususnya saat hari raya Banyupinaruh beberapa waktu lalu, kunjungan warga lokal mencapai ribuan.

“Air terjun ini sudah ada sejak lama, hanya saja kami buatkan aksesibilitas dan menambah sarana-prasarananya, sehingga memudahkan turis datang,” ujarnya kepada Tribun Bali, Senin (9/12/2019).

Hal ini membuktikan hasil kerja keras warga Banjar Ngenjung Sari, Desa Bakbakan, Gianyar, Bali tak sia-sia.

“Kami membuat jalan, membangun ruang ganti, hingga membendung kolam alami. Agar ada sesuatu yang beda dari air terjun ini,” jelasnya.

Nyoman Padma Mandala, Penggagas sekaligus warga sekitar mengamini hal ini.

“Memang harapan kami, destinasi ini berbeda dari air terjun lainnya yang ada di Gianyar,” katanya.

Untuk itu, ternyata kolam renang alami ini sangat diminati warga sekitar, mulai anak-anak, pemuda, hingga kalangan dewasa.

“Kami menawarkan air terjun bertingkat, dengan dua kolam. Pertama kolam di atas dengan kedalaman 160 cm, dan kolam di bawah dengan kedalaman 130 cm,” sebutnya.

Nyoman Padma menjelaskan, areal ini adalah areal suci sebab di sebelah air terjun ada beji.

“Jadi beji ini adalah tempat untuk mencari air suci (tirta) kalau ada odalan di pura kahyangan tiga. Maka kami melakukan penyucian di Pura Beji ini, dan meminta tirta,” jelasnya.

Pada areal ini juga ada mata air, ada dua pancoran di bawah yang berasal dari mata air.

Kemudian pancoran dari Pura Beji. “Tidak hanya untuk tirta upacara saja, tetapi juga gunakan untuk masuk ke rumah warga sebagai air minum dan melukat,” katanya.

Tiket masuk masih dalam bentuk donasi, atau sukarela dengan kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved