Parcel Homemade

Tirtha Tawarkan Parcel Jajanan Homemade Asli Bali

Ni Luh Tirtha, Owner Bali Sari, menawarkan parcel jajanan asli Bali. Ia pun berharap ke depan, parcel lebih banyak dibuat dari produk home industri. S

Tirtha Tawarkan Parcel Jajanan Homemade Asli Bali
anak agung seri kusniarti
Jajanan - Tirtha saat memperlihatkan jajanan lokal miliknya 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti 

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR -  Ni Luh Tirtha, Owner Bali Sari, menawarkan parcel jajanan asli Bali. Ia pun berharap ke depan, parcel lebih banyak dibuat dari produk home industri. Sehingga mampu membantu produk UMKM lokal, khususnya home industri kian berkembang di Pulau Dewata. 

“Kalau bisa produk parcel dari produk lokal buatan home industri,” jelasnya kepada Tribun Bali, Senin (9/12/2019). Tirtha, sapaan akrabnya, telah membangun usaha Bali Sari sejak 3 tahun lalu. Sebelumnya, ia bersama rekan-rekannya menjajakan jajanan lokal di Tiara Grosir. 

“Namun karena Tiara Grosir disegel, semua teman mencar, tapi saya rangkul lagi teman-teman. Ajak kerjasama dan buat usaha oleh-oleh khas Bali,” jelasnya. Produknya adalah kumpulan dari produsen yang menjadi rekanannya, seperti kacang, pie susu, manisan salak, dan lain sebagainya.

“Jadi kami selain jualan eceran, juga sering pakai parcel juga,” imbuhnya. Ia punya gebrakan, ingin mengubah mindset agar ke depan parcel tidak hanya dari produk pabrikan saja. “Alangkah baiknya dari produk lokal, sehingga usaha home industri bisa berproduksi dan berinovasi,” imbuhnya.  

Pemasaraannnya, kata dia, selain Bali telah ke luar daerah termasuk ke Jakarta. “Paling laris produknya, adalah pie susu dengan kacang. Karena simpel dan mudah dibawa, kemudian jarak expired lebih dari 10 hari,” sebutnya. 

Untuk harga, jajanan kacang berkisar mulai Rp 28 ribu hingga Rp 40 ribu. Manisan salak sekitar Rp 25 ribu ukuran 225 gram. Pie susu mulai Rp 17 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 42 ribu. Serta jajanan khas Bali lainnya. “Omzet per bulan rata-rata sampai Rp 5 juta lah,” sebutnya 

Untuk hari raya, pemesanan produknya lumayan banyak. Ia pun berinovasi dengan menggunakan bungkus dari besek, sehingga semakin terlihat khas Bali. Biasanya pelanggan parcelnya dari perusahaan atau BPR, ia berharap ke depan kantor pemerintahan juga memesan parcel dengan isian produk lokal. 

“Suka duka banyak sih, mulai persiangan, dan kadang ada konsumen menanyakan apakah produknya halal. Itu yang kami harus sikapi, kami berharap bisa dibantu dinas untuk mencari label halal bagi produk UMKM ini,” imbuhnya. Apalagi memang produk home industri, jarang paham dengan hal ini. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved