Krisik Waterfall Bangli

Begini Asal Mula Nama Krisik Waterfall

Selain Tukad Cepung, dan Tibumana Waterfall. Bangli masih memiliki banyak air terjun cantik nan unik, satu diantaranya adalah Krisik Waterfall. Waya

anak agung seri kusniarti
Suasana air terjun Krisik di Bangli 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BANGLI – Selain Tukad Cepung, dan Tibumana Waterfall.

Bangli masih memiliki banyak air terjun cantik nan unik, satu diantaranya adalah Krisik Waterfall.

Wayan Sudarsana, anggota Subak Tembuku Kelod, menjelaskan asal muasal nama Krisik Waterfall ini.

“Jadi dahulu itu, masyarakat di sini secara turun-temurun kasak-kusuk atau dalam Bahasa Bali krasak-krusuk bahwa ada air terjun di sini. Lalu kemudian disebutlah Krisik Waterfall,” sebutnya, kepada Tribun Bali, beberapa waktu lalu.

Air terjun ini akhirnya diperkenalkan secara umum, sejak Agustus 2018 lalu.

Tak dinyana, ternyata antusiasme turis lokal dan asing cukup tertarik dengan air terjun ini.

“Rencana ke depan, jika lancar sebagai destinasi wisata. Semoga bisa membantu petani dan untuk biaya beli rabuk, dan upacara di pura dari retribusi,” jelasnya.

Termasuk membantu masyarakat sekitar, dengan banyaknya turis yang datang dan memberikan peluang usaha semisal berdagang.

Terakhir Tribun Bali ke sana, belum ada patokan retribusi dan biaya masuk masih dalam bentuk donasi seikhlasnya.

Jika pun nanti, jelas dia, dikenakan retribusi maka tidak lebih dari Rp 20 ribu dan masih di bawahnya.

Per hari, saat ini turis yang datang puluhan dan masih didominasi turis domestik.

Kedatangan lebih ramai saat weekend, atau libur hari raya besar seperti libur Galungan dan hari raya keagamaan lainnya.

Sudarsana menjelaskan, ada dua spot air terjun di Krisik ini, yang pertama disebut Krisik Waterfall 1 dan Krisik Waterfall 2.

“Ke depan akan dibangun jalan, tempat duduk seperi gazebo dan faslitas ruang ganti agar tamu nyaman,” imbuhnya.

Destinasi yang dibuka sejak pukul 08.00 Wita sampai sore ini, akan dikelola oleh subak khususnya Subak Tembuku Kelod. (ask)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved