Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai Gelar Balinese Culture Performance

Bali merupakan salah satu destinasi wisata masyhur dunia. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia, berbondong-bondong menempuh p

Bandara Ngurah Rai Gelar Balinese Culture Performance
Istimewa/Humas Angkasa Pura
Parade budaya - Bandara Ngurah Rai memberikan melaksanakan Balinese Culture Performance 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG – Bali merupakan salah satu destinasi wisata masyhur dunia. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia, berbondong-bondong menempuh perjalanan ribuan kilometer demi hadir menyaksikan keelokan alam serta budaya Bali.

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, merupakan pintu gerbang utama keluar masuknya para wisatawan. Juga hadir dalam upaya melestarikan keagungan budaya Bali, melalui hadirnya berbagai rupa pertunjukan seni yang dipentaskan di dalam terminal bandar udara.

Pada penghujung tahun 2019 ini, Bali Airport kembali menghadirkan pertunjukan seni tradisi kebudayaan Bali berajuk Regular Balinese Culture Performance. Pementasan karya seni dalam matra tarian tradisional, serta parade gebogan ini, dihadirkan pula untuk mengenalkan seni tradisional Bali kepada para penumpang yang tengah menunggu penerbangan.

“Kegiatan ini telah dimulai pada 7 dan 10 Desember 2019. Pada dua kesempatan tersebut, kami menghadirkan Parade Gebogan Bali untuk menjadi awal mula dari rangkaian kegiatan,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y. Sikado,  dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Jumat (13/12/2019).

Melalui kegiatan ini, kata dia, tujuannya agar bandar udara ini, yang merupakan tempat persinggahan pertama dan terakhir bagi penumpang selama berwisata di Bali. Dapat menjadi media upaya pelestarian budaya Bali. “Hari ini, kami kembali hadir mempersembahkan pertunjukan khusus bertajuk Parade Festival Kesenian Bali. Sejumlah tarian Bali seperti Tari Blibis dan Legong, kami hadirkan untuk menghibur serta memperkenalkan salah satu intisari kebudayaan Bali ini kepada para penumpang,” katanya.

Acara ini sebenarnya bukan yang pertama kali dilaksanakan. “Frekuensinya kami tambahkan karena selain untuk melestarikan kebudayaan Bali, hal ini dapat menjadi suguhan yang berkesan bagi para penumpang,” lanjutnya. Selain tarian, para pementas yang kesehariannya merupakan personel dari unit Airport Security juga turut mementaskan parade berkeliling Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional diiringi instrumen Gong Suling.

Rangkaian kegiatan yang juga ditujukan untuk meningkatkan ambience, serta menghadirkan pengalaman khusus tentang Bali bagi para penumpang yang hendak meninggalkan Bali ini, rencananya akan hadir selama dua kali dalam seminggu. Serta akan dipentaskan di Terminal Keberangkatan Domestik serta Terminal Keberangkatan Internasional.

“Dengan hadirnya pertunjukan ini, akan semakin memperkuat nuansa kebudayaan Bali di dalam terminal,” imbuhnya. Wisman yang hadir di Bali bisa kian menikmati keluhuran tradisi Bali. Dengan hadirnya pertunjukan ini di dalam bandar udara, akan memberikan semacam memori khusus bagi para wisatawan yang tengah menunggu penerbangan. Sehingga akan menjadi faktor membuat mereka berkeinginan kembali ke Bali. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved