Goa Giri Campuhan

Menelusuri Goa Mencari Air Terjun GGC

Masih di wilayah Bangli, kali ini Tribunners bisa mendatangi destinasi wisata Goa Giri Campuhan, di Tembuku, Bangli, Bali. Uniknya, pengunjung akan d

anak agung seri kusniarti
GGC - Suasana di GGC Waterfall, Tembuku Kelod, Bangli 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BANGLI – Masih di wilayah Bangli, kali ini Tribunners bisa mendatangi destinasi wisata Goa Giri Campuhan, di Tembuku, Bangli, Bali.

Uniknya, pengunjung akan diajak trekking melewati pematang sawah, untuk mendapatkan air terjun ini.

Setelah itu, menuruni anak tangga dan melewati goa yang gelap.

Sensasi inilah yang membedakan GGC, dengan air terjun lainnya di Bangli.

Arma, turis lokal asal Klungkung, mengaku pertama kali mendatangi destinasi ini.

Ia awalnya melihat dari media sosial, kemudian mencoba datang bersama kakaknya.

Berjalan melewati sawah, sembari sesekali melihat pemandangan Gunung Agung.

“Kebetulan ada warga yang berjaga dan mau mengantarkan ke destinasi,” katanya kepada Tribun Bali, beberapa waktu lalu.

Melewati goa gelap, Arma menghidupkan senter dari handphonenya.

I Dewa Gede Antarga, satu diantara penggagas destinasi ini menyebutkan ada sekitar 43 anak tangga di dalam goa menuju air terjun ini.

“Goa panjangnya sekitar 22 meter dengan 43 anak tangga di dalam goa. Nanti ada cabangnya, nah yang selatan ujungnya di depan waterfall kedua di sebelah selatan bendungan, kemudian yang satunya menuju ke air terjun di utara bendungan,” ujarnya.

Lanjutnya, GGC sejatinya telah ada sejak dahulu kala dan sebelum menjadi destinasi wisata. Lokasi ini adalah bendungan dengan nama DAM Giri.

“Sesungguhnya objek ini digali tanggal 3 November 2018, dan mulai dioperasikan atas persetujuan bendesa adat Tembuku Kelod itu sejak tanggal 1 mei 2019,” sebutnya.

Kini retribusi masuk masih dana punia, karena keputusan pungutan atau retribusi ini didasarkan pada peparuman adat Desa Tembuku Kelod. “Sampai saat ini kami belum berani melakukan hal-hal yang berseberangan dari kebijakan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Destinasi ini sepenuhnya dikelola desa adat, hanya saja desa adat menunjuk badan pengelola yaitu Badan Pengelola GGC di Desa Adat Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali. (ask)

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved