Destinasi Di Bali Utara

Ibu-Ibu Di Kampung Bandeng Dan Agrowisata Rubah Ikan Bandeng Menjadi Olahan Kuliner Yang Lezat

Puluhan Ibu di Desa Sanggalangit berhasil mengolah ikan bandeng menjadi berbagai olahan lezat

Ibu-Ibu Di Kampung Bandeng Dan Agrowisata Rubah Ikan Bandeng Menjadi  Olahan Kuliner Yang Lezat
Istimewa
Kegiatan Ibu-ibu ketika mengolah ikan Bandeng menjadi berbagai varian kuliner lezat 

Ibu-Ibu Di Kampung Bandeng Dan Agrowisata Rubah Ikan Bandeng Menjadi Olahan Kuliner Yang Lezat

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALITRAVEL.COM, SINGARAJA- Apabila biasanya mengkonsumsi ikan Bandeng terbilang sulit dikarenakan banyaknya duri serta tulang-tulang kecilnya, kini Tribunners tidak perlu khawatir lagi.

Pasalnya, para Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengolahan Bandeng Srikandi yang berasal dari Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali ini berhasil menyulap Ikan Bandeng tersebut menjadi berbagai olahan kuliner yang lezat dan nikmat.

Olahan tersebut terdiri dari Bandeng Presto, Otak-otak, Sate Lilit hingga Bakso.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Muara Kambas, Petrus Rohani.

Ia merupakan salah satu orang dibalik berdirinya Kampung Bandeng Dan Agrowisata yang berlokasi di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali.

Di tempat ini Tribunners bisa menemukan berbagai wisata yang kaya akan edukasi seperti wisata perikanan, wisata pertanian, serta wisata alam.

"Ketika sudah masuk di polaxar, pengunjung akan melihat langsung proses budidaya Bandeng. Ada satu edukasi yang didapatkan disini yaitu dimana ternyata ikan bandeng itu tidak menakutkan. Kalau dulu kan anak-anak takut makan ikan bandeng karena durinyanya yang banyak, dengan adanya inovasi pengolahan ini maka ibu-ibu tidak harus kuatir lagi dengan anak-anaknya termasuk yang tidak punya gigi pun bisa makan," ujar Petrus Rohani.

Ia menuturkan bahwa total sebanyak 15 Ibu-ibu yang telah mendapatkan pelatihan dalam pengolahan Ikan Bandeng menjadi berbagai olahan siap saji yang praktis dan lezat.

Adapun Sasaran pemasaran dari olahan ikan Bandeng ini yakni cafe, supermarket, restaurant, hotel dan dinas-dinas perkantoran di seputaran daerah Buleleng.

Tambahnya, dengan postifinya respon dari masyarakat mengenai produk olahan Ikan Bandeng ini, Petrus Rohani menuturkan bahwa beberapa Ibu-ibu pun telah memulai untuk membuka usahanya sendiri mengingat bagusnya respon yang diberikan oleh masyarakat.

Ia pun menyambut baik keinginan para Ibu ini karena diawal Petrus Rohani memang menginginkan agar para Ibu-Ibu bisa semakin kreatif dan berinovasi menggunakan bahan yang melimpah didaerahnya sendiri yang dalam hal ini adalah Ikan Bandeng.

"Saya izinkan karena tujuan kami bukan untuk memonopoli tapi ingin membangkitkan ekonomi rakyat," ungkapnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

"Visi misi kedepan adalah bisa terjadinya koneksi antara pengusaha satu dengan pengusaha lain. Antara pengusaha Angrowisata dengan pengusaha ikan dan seterusnya. Sehingga akan terjadi sinergi dan saling membutuhkan. Dan juga kedepannya bisa akan mengurangi kesenjangan sosial, dan mengurangi tingkat urbanisasi karena telah tersedianya lapangan pekerjaan," tambahnya. (Put)

Ikuti kami di
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved