Libur Nataru 2019

Sambut Libur Nataru 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tambah 367 Penerbangan

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, resmi membuka Posko Angkutan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Posko Nataru). Melalui

Istimewa/Humas Angkasa Pura
Wawancara - Suasana saat media wawancara pihak Bandara Ngurah Rai ihwal akhir tahun 2019 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG - Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, resmi membuka Posko Angkutan Terpadu Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Posko Nataru). 

Melalui apel yang diselenggarakan di area publik Terminal Kedatangan Domestik, Kamis (19/12/2019). 

Posko Nataru akan beroperasi selama 20 hari, terhitung mulai tanggal 19 Desember 2019, dan akan berakhir pada Selasa, 7 Januari 2020. 

Selain diawaki personel dari PT Angkasa Pura I (Persero), selaku pengelola bandar udara, sejumlah instansi juga turut mendukung operasional posko terpadu tersebut. 

Di antaranya dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI AU I Gusti Ngurah Rai, Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas), serta bantuan unit K-9 dari Kepolisian Daerah Provinsi Bali.

Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjelaskan tujuan dilaksanakannya Posko Nataru ini. 

“Bali masih tetap merupakan destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan domestik dan internasional, terutama untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru di periode ini. Tentunya, kami selaku pengelola bandar udara bertujuan mengawal terciptanya operasional penerbangan yang aman, selamat, dan tertib,” ujarnya.

Herry menambahkan, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait personel yang bersiaga. 

“Seperti pelaksanaan sebelumnya, kami menyiagakan personel Airport Security dengan jumlah cukup banyak, mencapai sekiranya 1.169 personel,” sebutnya. 

Jumlah ini masih ditambah bantuan personel dari TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara, serta Pecalang Desa Tuban. 

Unit K-9 pun juga disiapsiagakan. Seluruh personel ini akan dibagi dalam 3 shift setiap harinya.

Sementara itu, terkait pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight, tercatat sebanyak 6 maskapai nasional dan internasional telah mengajukan permohonan. 

“Hingga hari ini kami telah menyetujui permohonan extra flight sebanyak 367 penerbangan dari 6 maskapai, yaitu AirAsia, Garuda Indonesia, Malindo Air, Korean Air, Lion Air, dan Citilink,” sebutnya. 

Rute dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta mendominasi dengan jumlah total sebanyak 351 penerbangan, atau lebih dari 95 persen dari total pengajuan extra flight. 

Sedangkan sisanya adalah rute dari dan ke Kuala Lumpur dengan 6 penerbangan, Brisbane dengan 6 penerbangan, serta Incheon dengan 4 penerbangan.

Jika dibandingkan jumlah pengajuan extra flight pada Posko Nataru tahun lalu, di tahun ini terjadi penurunan cukup drastis, mencapai 108 persen. 

Dalam pelaksanaan Posko Nataru di tahun lalu, tercatat pengajuan extra flight mencapai 765 penerbangan, dengan mengakomodasi sekitar 145 ribu kursi. 

Sedangkan di tahun ini, 367 pengajuan extra flight mampu mengakomodir 76 ribu kursi.

“Memang dipelaksanaan kali ini, permohonan extra flight turun cukup drastis. Namun demikian, kami tetap berkomitmen mengawal salah satu periode sibuk dalam lalu lintas penerbangan di Bali ini, sehingga para pengguna jasa bandar udara dapat menikmati perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman. Itu tekad kami,” tegas Herry.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved