Goa Peteng Jimbaran

Sensasi Melukat di Dasar Pura Goa Peteng Jimbaran

Goa Peteng, sama seperti namanya pura ini terletak di goa dengan tempat panglukatan yang gelap atau dalam Bahasa Bali disebut peteng. Pamedek yang in

Anak Agung Seri Kusniarti
Melukat - Seorang pamedek saat melukat di Pura Goa Peteng Jimbaran 

Bahkan saat raihan atau piodalan pamedek yang datang lebih ramai.  

Piodalan di pura ini jatuh setiap Anggara Kasih Tambir pada hari Minggu.

Pura yang diperkirakan ada sejak zaman dahulu ini, dipercaya dapat membantu membersihkan diri dan menjernihkan pikiran. 

Selain itu, ada pula yang percaya melukat di pura ini bisa memberikan tamba (obat) bagi yang sakit, dan memohon tirta (air suci). 

Awalnya bahkan air di dalam goa digunakan untuk kehidupan sehari-hari, namun belakangan hanya untuk pengkulatan atau pembersihan diri. 

Jika goa peteng artinya goa yang gelap, maka alam dan tunjung mekar berarti melalui proses alam dan harapan seperti bunga teratai yang kembang sehingga banyak yang menginginkan dan mencari. 

Di dalam goa ada dua jalan turunan menuju ke dasar, satunya untuk melukat dan satunya untuk nunas (meminta) tirta.  

Pada goa yang menuju arah selatan, ada sumber air simbol purusa (laki-laki) dan pradana (perempuan). 

“Nah goa ini lah yang untuk meminta tirta atau air suci saja, jalannya lebih landai dibanding turunan ke arah tempat melukat,” katanya. 

Menurut kepercayaan di sana, selain kelelawar yang menjaga goa ini, ada pula ular piton yang menjaga. 

Ular ini akan muncul jika ada yang berniat jahat atau buruk di pura. 

Keunikan lainnya, air di dasar goa khususnya di tempat melukat terasa seperti payau, atau setengah tawar dan setengah asin sesuai geografi goa yang berdekatan dengan laut. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved