Oleholeh

Oleh-oleh Khas Pulau Dewata di The Keranjang Bali

Ilham Firdaus, Operational Director The Keranjang Bali, menjelaskan bahwa The Keranjang memiliki banyak keunikan dibanding destinasi kawasan budaya la

anak agung seri kusniarti
Menunjukkan - Ilham bersama staf The Keranjang Bali menunjukkan beberapa produk unggulan di sana. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG – Ilham Firdaus, Operational Director The Keranjang Bali, menjelaskan bahwa The Keranjang memiliki banyak keunikan dibanding destinasi kawasan budaya lainnya di Bali.

Selain memiliki 5 konsep, yang merupakan bagian kawasan.

The Keranjang Bali juga akan segera menghadirkan capsule hotel dalam waktu dekat.

Saat Tribun Bali, memasuki kawasan ini Selasa (24/12/2019), terlihat ada tour guide yang menyambut di depan dan mengarahkan setiap pengunjung menuju tujuannya.

“Tour guide ini, memang memberikan greating agar tamu senang. Mereka memberikan informasi sedang berada di The Keranjang Bali, dan menjelaskan apa saja yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Tempat ini, kata dia, mulai dibuka sejak pukul 08.00 Wita dan tutup jam 11 malam dari Senin-Jumat, serta jam 12 malam pada Sabtu dan Minggu.

Begitu memasuki pintu masuk, akan terlihat pernak-pernik oleh-oleh khas Bali dan wisata belanja dengan beragam barang.

Mulai dari makanan, aksesoris, boneka, mainan, kerajinan, pakaian, dan lain sebagainya.

“Tapi bukan hanya ini, kami juga ada Kampung Langit, SPA, wisata kuliner di Goerih, Teras Goerih, dan Kopi Kebon, serta menyusul capsule hotel,” tegasnya.

Ilham, sapaan akrabnya, menjelaskan The Keranjang Bali hadir dengan konsep berbeda sehingga menjadi one stop area yang bisa memenuhi semua keinginan pengunjung.

Terletak di jalur strategis, lokasi ini bisa dicapai dari By Pass Ngurah Rai ataupun melalui Jalan Raya Tuban, Kuta. Dengan area parkir yang sangat luas, aman, dan nyaman.

“Promosi kami banyak, ada lewat media sosial, billboard, media gram, media printing, selebriti, instagram, iklan berbayar, transportasi online juga ada, promo di transportasi udara juga ada, dan sebagainya,” imbuhnya.

Hingga tak butuh waktu lama, kedatangan turis pun membludak ke The Keranjang Bali.

Sejak dibuka Juni lalu, kata dia, memang kedatangan masih kebanyakan dari turis lokal, karena belum grand opening.

Namun targetnya, bukan hanya turis lokal namun juga turis mancanegara.

“Ya harapan ke depan semakin dikenal, dicintai, dan memberikan pengalaman menarik dan membekas bagi yang datang ke sini,” imbuhnya. (ask)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved