Destinasi

Berkunjung Ke Desa Budaya Kertalangu Yang Semakin Dikenal Dengan Kawasan Jogging Tracknya Yang Asri

kini Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali semakin dikenal dengan jogging track yang berada diarea belakang Desa Budaya tersebut

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
Karsiani putri
Suasana di area wantilan Jogging Track Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali 

Berkunjung Ke Desa Budaya Kertalangu Yang Semakin Dikenal Dengan Kawasan Jogging Tracknya Yang Asri

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALITRAVEL.COM, DENPASAR- Apakah Tribunners gemar berolahraga jogging?

Apabila iya, ini artinya Tribunners wajib mengetahui informasi ini.

Pasalnya, kini Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali semakin dikenal dengan jogging track yang berada diarea belakang Desa Budaya tersebut.

Selama beberapa waktu belakangan ini, bisa dibilang bahwa selama ini kebanyakan masyarakat mengenal Desa Budaya Kertalangu sebagai salah satu obyek wisata yang menghadirkan Gong Perdamaian dengan ukuran raksasa serta dengan berbagai fasilitas lainnya seperti spot selfie, restaurant, kolam pancing serta yang lainnya.

Namun kini, bagi masyarakat yang gemar jogging dan ingin sembari menikmati panorama sawah serta pepohonan yang rindang, jogging track di Desa Budaya Kertalangu bisa menjadi pilihannya.

Suasana yang terbilang asri dan sejuk bisa Tribunners dapatkan ketika berada di tempat ini.

Tidak hanya itu, Tribunners juga bisa menyaksikan langsung berbagai aktivitas para petani yang berada di lokasi tersebut.

Dan apabila Tribunners beruntung, Tribunners bisa membeli langsung hasil panen petani seperti jagung, tomat, dan berbagai sayuran lainnya.

Harga yang ditawarkan pun pastinya terjangkau dan dari segi kualitas tentunya berani diadu karena hasil panen tersebut dipetik serta dijual langsung pada hari tersebut sehingga tentunya hasil panen tersebut segar dan menyehatkan.

Setelah lelah berjogging ria, Tribunners bisa mampir ke arah wantilan yang berada tepat di kawasan kantin atau warung makanan dan minuman.

Makanan dan minuman yang ditawarkan pun beragam mulai dari tipat santok, rujak, lumpia, cilok, bakso hingga salad buah dan sayuran pun ada.

Harganya pun masih terbilang ramah di kantong.

Salah satu pemilik warung yang Tribun Bali temui adalah Yuli.

Mulai dari snack, bakso, mie rebus hingga bubur kacang hijau Yuli tawarkan setiap harinya di tempat tersebut.

Setiap harinya mulai dari pukul 06.00 Wita, Yuli dan pemilik warung lainnya akan mulai menyiapkan barang-barang dagangannya.

"Disini gak ada jam pasti untuk tutup warung jam berapa. Tergantung pengunjung saja, kalau masih ramai ya warungnya tetap kita buka," sebut Yuli.

Menurutnya, banyak anak muda yang jogging mulai dari pukul 05.00 Wita dan bahkan ada juga yang baru mulai jogging dari pukul 19.00 Wita.

Mulai berjualan dari bulan Februari 2018, Yuli menyebutkan bahwa kini setiap harinya pengunjung yang datang semakin banyak.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved