Rute baru

Berikut Daftar Rute Baru Dorong Kedatangan Turis di Bali

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero)Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A. Y. Sikado, menyebutkan bahwa selama 2019 Band

Berikut Daftar Rute Baru Dorong Kedatangan Turis di Bali
IG : Miftahuddinhalim
Pesawat terbang saat sunset di Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG –General Manager PT Angkasa Pura I (Persero)Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A. Y. Sikado, menyebutkan bahwa selama 2019 Bandara Ngurah Rai telah melayani 24 juta penumpang.

Sedikit menoleh ke belakang, kata dia, selama satu tahun satu diantara yang menjadi indikator kedatangan penumpang adalah dibukanya berbagai rute baru oleh beberapa maskapai penerbangan.

“Kami mencatat ada 5 maskapai yang membuka rute baru di tahun lalu,” sebutnya, Kamis (9/1/2020). Di bulan Mei, penerbangan perdana maskapai berbiaya rendah asal Vietnam, VietJet Air, membuka rute baru menghubungkan Ho Chi Minh City dengan Bali.

Rute ini semakin ramai dengan masuknya maskapai pembawa bendera Vietnam, Vietnam Airlines, yang juga melayani rute penerbangan yang sama mulai dari bulan Oktober.

Lanjut di bulan Juli, Bali mulai terhubung dengan salah satu kota besar di kawasan Eurasia, yaitu Istanbul, dengan dibukanya rute Istanbul-Bali oleh Turkish Airlines, salah satu pemain besar di dunia penerbangan.

Sebulan kemudian, Malindo Air resmi memperkaya pilihan maskapai penerbangan yang menghubungkan Sydney dengan Bali.

Tak ketinggalan, Citilink, mulai Oktober lalu, resmi menghubungkan ibukota negara bagian Australia Barat, Perth, dengan Bali. “Hal ini tentunya menjadi indikator bahwa daya tarik Bali bagi para wisatawan serta bagi maskapai penerbangan semakin kuat,” terangnya.

Catatan jumlah penumpang selama tahun 2019 tersebut, juga semakin menegaskan tingkat pertumbuhan penumpang selama 5 tahun terakhir. Selama 5 tahun terakhir, tercatat jumlah penumpang yang terlayani secara konstan terus mengalami pertumbuhan.

Tingkat pertumbuhan tertinggi dialami pada tahun 2016, di mana terdapat pertumbuhan sebesar 2,87 juta penumpang atau tumbuh sebesar 16,8 persen dari tahun 2015. Jika dirata-rata, tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan selama 5 tahun terakhir mencapai 9 persen.

“Selama 5 tahun terakhir kami mencatatkan tingkat pertumbuhan yang stabil. Nah, daya tampung maksimal bandar udara ini mencapai 24 juta penumpang, di mana sudah tercapai di tahun 2019 lalu,” katanya.

Dengan proyeksi wisatawan baik domestik dan mancanegara, yang akan terus datang ke Bali ke depannya, telah dilakukan berbagai kajian terkait rencana pengembangan bandar udara ke depan. “Saat ini, kami sedang dalam tahapan penyusunan masterplan pengembangan bandar udara yang nantinya dapat mencapai daya tampung maksimum di angka 37,6 juta penumpang di tahun 2026. Inilah kapasitas maksimum yang dapat dilayani nantinya,” imbuhnya.

Untuk saat ini, telah dirampungkan infrastruktur di area sisi udara yang bertujuan meningkatkan kapasitas runway dalam melayani pergerakan pesawat per jamnya. “Namanya Rapid Exit Taxiway (RET),” katanya. Di akhir bulan Januari nanti, infrastuktur ini akan telah dapat digunakan. Saat ini, daya tampung maksimum runway mencapai 32 pergerakan per jamnya.

Dengan berfungsinya RET, maka daya tampung runway, setiap jamnya akan dapat bertambah, yang tentunya dapat semakin mempercepat pergerakan pesawat di area sisi udara. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved