BaliCEB

BI dan Stakeholder Pariwisata Geber BaliCEB Bawa Turis Mice ke Bali

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, bersama Disparda Bali, Gipi, dan industri pariwisata melakukan rapat promosi pariwisata dan sosialisa

BI dan Stakeholder Pariwisata Geber BaliCEB Bawa Turis Mice ke Bali
Instagram.com/ @ourkindlife
Pura Lempuyangan di Bali 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, bersama Disparda Bali, Gipi, dan  industri pariwisata melakukan rapat promosi pariwisata dan sosialisasi BaliCEB di Denpasar. BaliCEB adalah singkatan dari Bali Convention, Exhibition, dan Bureau. Hal ini sejalan dengan niat Bali, untuk ke depan mendatangkan turis berkualitas selain kuantitas, dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Apalagi, target 7 juta tahun 2019 belum tercapai, dan tahun 2020 target moderat wisman adalah 6,5 juta. Angka ini naik sedikit dari realisasi kedatangan wisman 2019 sebanyak 6,3 juta. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menjelaskan BaliCEB ini penting untuk mendatangkan turis Mice ke Bali. Notabene turis Mice, memiliki spending power lebih besar dan lebih berkualitas. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri pariwisata, dan berdampak ada peningkatan perekononomian Bali.

“Kinerja ekonomi Bali pada 2019 menghadapi tantangan cukup berat, akibat melemahnya kinerja ekonomi global menyebabkan melambatnya kedatangan turis ke Bali,” jelasnya di Denpasar, Rabu (15/1). Sehingga ekonomi Bali 2019 tertahan hanya antara 5,4 persen-5,8 persen. Lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 6,35 persen. “Namun demikian, 2020 ini saya perkirakan ekonomi Bali akan berkisar antara 5,7 persen-6,1 persen,” sebutnya. Hal ini pun tidak lepas dari industri pariwisata di Bali, sebagai motor penggerak ekonomi.

Untuk itu, diperlukan strategi jitu dalam pengembangan dan promosi pariwisata Bali ke depan. Diantaranya adalah special interest tourism, health tourism, sport tourism, dan retirement tourism. “Pengalaman Bali sebagai tuan rumah Mice skala besar dan bergengsi seperti IMF-WB Annual Meeting 2018, menunjukkan Mice sangat berdampak pada peningkatan perekonomian dan penyerapan devisa bagi negara,” jelasnya.

Trisno, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa telah ada pertemuan untuk merekrut member BaliCEB ini. “Kemarin pertemuan dengan 22 hotel di kawasan ITDC. Ternyata memang Juni saja sudah ada 4.000 wisman yang mau datang, dan ada bebearapa lagi. Intinya di ITDC ada bookingan. Tapi ke depan, apabila ada BaliCEB yang membawa Bali akan beda karena tidak parsial,” sebutnya. Sehingga hotel tidak jalan sendiri, namun semua insan pariwisata di Bali bersatu sehingga membuat turis lebih percaya.

Baginya, BaliCEB mampu membawa turis berkualitas lebih banyak ke Pulau Dewata. Bahkan apabila, mampu membawa Mice skala regional Asia Pasifik atau lainnya akan lebih banyak peserta yang datang. Hingga 8 ribu sampai 10 ribu peserta. Sehingga bidding untuk Mice ini, bisa dilakukan di BaliCEB ini. “Kalau turis Mice itu, orang atau perusahaan yang datang ke Bali nginapnya di bintang lima, pesawat bisnis, makan di restoran mahal. Beli suvenir mahal, jadi spendingnya bisa 4 kali dibandingkan leisure,” tegasnya.

Intinya, kata dia, menarik kualitas turis yang banyak uangnya, sehingga Bali tumbuh Indonesia berdampak dan rupiah stabil. “Gara-gara devisa besar seperti hari ini, rupiah menguat,” imbuhnya. Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan konsep BaliCEB ini sejatinya telah ada sejak lama. Namun baru benar-benar direalisasikan belakangan ini. “Selama ini kan belum tergarap dengan bagus, jadi Mice ini sangat potensial sekali,” katanya.  Kemudian diperlukan orang yang paham Mice, agar bisa menarik bidding datang ke Bali. Sementara untuk pembiayaan bidding ke luar negeri, bisa dibiayai oleh member BaliCEB, yaitu hotel dan industri akomodasi yang ada di Bali. Lanjutnya, peran pemerintah adalah mensupport, memfasilitasi industri agar bisa bekerja bersama dalam BaliCEB ini. “Target kunjungan tahun ini 6,5 mininal lah, karena kondisi bandara kan belum memenuhi. Katakan 18 ribu sehari, dikali sebulan dikali setahun maksimum 6,5 juta. Kecuali ada pelebaran dan penambahan armada bisa 7 juta lah,” sebutnya. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved