KUPVA

44 KUPVA Ilegal Ditertibkan BI Demi Jaga Citra Pariwisata Bali 

Bank Indonesia sangat menyadari, bahwa pariwisata merupakan penyumbang utama perekonomian di Bali. Oleh karena itu, Bank Indonesia selalu senantiasa

44 KUPVA Ilegal Ditertibkan BI Demi Jaga Citra Pariwisata Bali 
Twitter
Pura Lempuyangan Luhur, Karangasem, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR - Bank Indonesia sangat menyadari, bahwa pariwisata merupakan penyumbang utama perekonomian di Bali.

Oleh karena itu, Bank Indonesia selalu senantiasa mendukung upaya-upaya menjaga pariwisata di Bali.

Satu upaya dalam rangka menjaga citra pariwisata, Bank Indonesia senantiasa melakukan pengawasan secara off site dan on site.

Dalam melakukan kegiatan pemeriksaan, mencakup juga kegiatan penertiban KUPVA tidak berizin. Dalam kegiatan penertiban tersebut, Bank Indonesia bekerjasama dengan Ditreskrimsus Polda Bali, Polres, Satpol PP, dan Desa Adat.

"Ini juga untuk menjaga citra pariwisata Bali agar tetap menjadi destinasi aman di mata dunia,” kata Trisno Nugroho, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Selasa (21/1). 

Bank Indonesia, kata dia, secara terus-menerus melaksanakan penertiban KUPVA tidak berizin. Pada bulan Agustus 2019, sebanyak 41 KUPVA tidak berizin ditertibkan di daerah Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua.

Pada saat penertiban, seluruh atribut diamankan dan identitas pelaku usaha disita. Sebab, BI melihat ancaman KUPVA tidak berizin ini, sangat berbahaya bagi kelangsungan citra Bali, sebagai tujuan pariwisata dunia.

Kemudian KUPVA ilegal rentan disusupi tindak kejahatan seperti money laundry dan sebagainya. 

“Pada posisi sampai 15 Januari 2020, tercatat jumlah KUPVA yang melakukan operasional di wilayah Bali sebanyak 628 kantor.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved