Imlek 2020

Pertamina Antisipasi Kenaikan Kebutuhan BBM dan Elpiji Jelang Imlek

Memasuki Tahun Baru Imlek 2571 yang akan jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VJatimBaliNus telah

Pertamina Antisipasi Kenaikan Kebutuhan BBM dan Elpiji Jelang Imlek
Istimewa/Humas Pertamina
Karyawan Pertamina saat mengecek gas elpji 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

Tribun travel Bali.com - Memasuki Tahun Baru Imlek 2571 yang akan jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V JatimBaliNus telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan keamanan stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat.

Beberapa strategi untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi jelang perayaan tahun baru Imlek nanti, diantaranya adalah memantau kebutuhan di setiap wilayah dan menyediakan pasokan sesuai dengan estimasi kebutuhan, serta bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus mengawasi perkembangan di lapangan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, menyatakan bahwa stok elpiji khususnya di Jawa Timur berada dalam posisi aman, untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat. “Stok elpiji berada di posisi aman, dimana realisasi hariannya kurang lebih sebesar 4100 MT/hari,”ujarnya, Jumat (24/1).

Adapun konsumsi tersebut terdiri dari 3900 MT/hari untuk konsumsi elpiji 3 Kg dan 200 MT/hari untuk konsumsi elpiji NPSO. “Sedangkan untuk wilayah Bali, konsumsinya mencapai 682 MT/hari untuk elpiji PSO dan 56 MT/hari untuk elpiji NPSO”, tambah Rustam. Menjelang Imlek nanti, Pertamina memprediksi akan ada kenaikan konsumsi elpiji sebesar 5 persen di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Nantinya, Pertamina akan berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk memantau perkembangan harga jual elpiji 3 Kg sesuai dengan Harga Ekonomi Tertinggi (HET). “Pertamina akan memastikan harga di tingkat agen dan pangkalan sesuai dengan HET, Pertamina juga akan menindak tegas agen atau pangkalan yang melakukan pelanggaran dan penyelewengan,”tegas Rustam.

Ia juga menyampaikan langkah yang dilakukan Pertamina, dalam menjamin stok BBM di masyarakat. “Di Jawa Timur sendiri, stok BBM berada dalam posisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat”, ujar Rustam. Di Jawa Timur, rata-rata konsumsi harian untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) adalah 13.600 KL/hari dan BBM jenis Gasoil (Solar, Dexlite, Pertamina Dex) sebesar 7300 KL/hari. 

“Sedangkan di wilayah Bali rata-rata konsumsi hariannya adalah 2.912 KL/hari untuk jenis gasoline dan 996 KL/hari untuk gasoil,” imbuhnya.Menjelang Imlek, Pertamina memprediksi akan ada kenaikan konsumsi BBM sebesar 5 persen di wilayah Jawa Timur dan Bali baik dari BBM jenis gasoline maupun gasoil.

Adapun untuk jumlah stock bahan bakar Avtur di wilayah Jawa Timur sebesar 11.516 KL dan di wilayah Bali sebesar 10.061 KL. Rustam Aji menyatakan bahwa realisasi penyaluran Avtur di Jawa Timur dan Bali, khususnya di bandara Juanda dan Bandara Ngurah Rai mencapai 1100 KL/hari dan 2600 KL/hari.

“Menghadapi libur Imlek ini per tanggal 23 Januari kemarin, ada peningkatan sebesar 3 persen untuk penjualan Avtur di Bandara Juanda sebesar 1.134 KL dan 4 persen untuk Bandara Ngurah Rai sebesar 2.714 KL, dengan masing-masing frekuensi penerbangan sebanyak 178 dan 203 penerbangan per harinya di kedua bandara tersebut”, ujar Rustam.

Adanya peningkatan penjualan Avtur diyakini dari adanya masyarakat yang hendak merayakan Imlek baik itu di kota asal maupun di tempat wisata.Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135.(ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved