Lovina

Serunya Sensasi Melihat Lumba-lumba di Pantai Lovina

Backpackers Indonesia (BPI) Chapter Bali, kembali menjelajah. Kali ini, mengajak 22 orang yang gemar berpetualang, BPI Chapter Bali menuju ke Bulelen

Istimewa/Instagram : hendra_stesia_bali
Suasana saat melihat lumba-lumba secara langsung di Pantai Lovina Buleleng 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A  A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BULELENG – Backpackers Indonesia (BPI) Chapter Bali, kembali menjelajah.

Kali ini, mengajak 22 orang yang gemar berpetualang, BPI Chapter Bali menuju ke Buleleng.

Satu diantara tujuan ke Buleleng, adalah melihat lumba-lumba secara langsung di Pantai Lovina.

Ocit, Koordinator Trip BPI Chapter Bali, menjelaskan agenda dimulai dengan berkumpul di Bringkit pada 25 Januari 2020.

“Kami semua sepakat kumpul di sana, dan memulai perjalanan pukul 14.00 Wita, lalu kami tiba di Lovina pukul 17.00 Wita,” jelasnya kepada Tribun Bali, Selasa (28/1/2020).

Sesampai di pinggir pantai Lovina, semua mulai mendirikan tenda masing-masing untuk bermalam.

Sebab pada pukul 06.20 Wita, semua anggota akan naik jukung ke tengah laut melihat lumba-lumba.

Sembari snorkeling melihat keindahan terumbu karang, dan alam bawah laut di sana.

“Kami balik ke daratan sekitar pukul 10.00 Wita, dan kami siap-siap lalu balik pukul 12.00 Wita,” jelasnya.

Ia mengatakan, sensasi melihat lumba-lumba secara langsung sangat seru dan asyik.

Seakan main petak umpet, jukung mengejar lumba-lumba yang dengan kecepatan penuh melompat dan menghilang.

Walau demikian, ia berharap ke depan agar keseimbangan alam agar terus tetap terjaga, sehingga lumba-lumba di sana tetap bisa nyaman.

Pagi memang waktu yang tepat, apabila pengunjung ingin melihat lumba-lumba di pantai Lovina ini.

Biasanya ketika lumba-lumba datang, nelayan akan mematikan mesinnya sehingga lumba-lumba tidak terganggu dan pengunjung bisa melihat mereka menari melompat di laut lepas.

Tak kalah seru, perjalanan menuju ke Lovina pun juga asyik.

Ocit menjelaskan, sebelum sampai mereka rehat sejenak di Gitgit untuk membeli durian.

Tak langsung pulang, rombongan ini pun sempat singgah ke air terjun Banyumala yang terkenal indah.

Perjalanan berakhir pada Minggu (26/1/2020), dengan semuanya naik motor dan membawa alat camping sendiri.

Biaya pun terasa lebih ringan, karena ditanggung bersama-sama, jika dibandingkan pergi sendirian.

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved