Virus Corona

Ramia Akui Potensial Loss Sampai Ratusan Juta

Wakil Ketua Umum I IHGMA, I Made Ramia Adnyana, mengakui dampak nyata dari penutupan bandara dan dibatasinya a China ke luar negeri.

anak agung seri kusniarti
Berfoto - Beberapa turis China memadati wilayah Kedonganan untuk santap malam dan berfoto sebelum sunset hilang 

Kemudian tidak mengenakan cancellation fee untuk bookingan China yang cancel.

"Bagi travel agent, yang sudah melakukan pembayaran deposit, bisa tetap dikeep untuk bisa digunakan saat situasi membaik. Ini bentuk simpati kami,” imbuhnya. 

Langkah internal, meningkatkan higienitas dengan menggunakan masker, pencuci tangan, dan memonitor situasi sampai aman sesuai imbauan pemerintah.

Untuk pasar, kata dia, sementara dialihkan dari pasar China ke India, Australia, Korea, Jepang, Eropa, dan domestik. 

“Memang perlu waktu dan strateginya sedikit diubah, tadinya push ke China, kini dialihkan ke pasar tradisional seperti Eropa,” katanya.

Termasuk domestik market. Sebab, kata Ramia, penting melakukan mix market sehingga potensial loss bisa dikendalikan. 

“Kita harus melakukan mix market agar tidak dominan satu wisman saja, bahaya kalau terjadi chaos seperti sekarang,” katanya.

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha, memprediksikan penurunan okupasi bisa mencapai 30-40 persen dengan kondisi ini. 

Meski begitu, ia berpesan agar pelaku pariwisata tidak panik. 

Untuk itu, pihaknya telah memetakan negara yang potensial menggantikan kunjungan Tiongkok, selama tak berkunjung ke Bali. 

"Eropa, Eropa Utara dan India masih bagus, Amerika juga potensial. Kami sudah petakan," imbuhnya. 

Daerah-daerah tersebut mampu terbang langsung ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sehingga dapat menggantikan kontribusi kunjungan wisatawan Tiongkok yang melemah.

Pihaknya juga sedang merancang dan menggenjot promosi ke daerah potensial tersebut. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved