Kupva BB

Jaga Citra Pariwisata Bali, BI Gencar Sosialisasi KUPVA BB dan Ajak Kerjasama Masyarakat Ubud

Dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga penyelenggaraan KUPVA BB agar berjalan dengan baik.

Jaga Citra Pariwisata Bali, BI Gencar Sosialisasi KUPVA BB dan Ajak Kerjasama Masyarakat Ubud
anak agung seri kusniarti
Suasana pemukulan gong sosialisasi tentang Kupva BB oleh Bank Indonesia dan asosiasi di Ubud 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A  A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, GIANYAR – Dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga penyelenggaraan KUPVA BB agar berjalan dengan baik.

Bank Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi KUPVA Bali, penyelenggara pemerintahan dan pemangku adat di Kecamatan Ubud melakukan kegiatan.

Pertama melakukan sosialiasasi terkait ketentuan KUPVA BB/Money Changer, baik dari ketentuan perizinan, pengawasan termasuk di dalamnya upaya pencegahan penertiban KUPVA Tidak Berizin. 

Yang kedua, melakukan penandatanganan pernyataan bersama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Majelis  Desa Adat Kecamatan Ubud, tentang Kerjasama dan Koordinasi terkait Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank.

“Bank Indonesia sangat mendukung sekali, terselenggaranya kegiatan ini. Bank Indonesia menyadari pertumbuhan ekonomi Bali sangat bergantung dari sektor wisata, sehingga apapun yang terkait dengan dunia wisata. Maka pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, dan salah satunya adalah pengelolaan kegiatan usaha penukaran valuta asing yang dilakukan oleh perusahaan bukan bank,” jelas Kepala Divisi SP PUR, Layanan dan Administrasi KpwBI Bali, Agus Sistyo Widjajati, di Ubud, Gianyar, Senin (10/2/2020).

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh stakeholders terkait dapat memiliki pandangan dan pemahaman yang sama.

Bahwa pengelolaan KUPVA Bukan Bank (BB), yang baik akan dapat menjaga citra positif Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar.

“Pada akhir bulan Januari 2020, dapat kami informasikan jumlah jaringan kantor Penyelenggara KUPVA BB Berizin di Provinsi Bali tercatat 627 kantor, terdiri dari 127 kantor pusat dan 500 kantor cabang,” sebutnya.

Jumlah ini meningkat 3,35 persen (yoy), dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya berjumlah 606 kantor, terdiri dari 123 kantor pusat dan 483 kantor cabang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved