Kupva BB

Jaga Citra Pariwisata Bali, BI Gencar Sosialisasi KUPVA BB dan Ajak Kerjasama Masyarakat Ubud

Dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga penyelenggaraan KUPVA BB agar berjalan dengan baik.

anak agung seri kusniarti
Suasana pemukulan gong sosialisasi tentang Kupva BB oleh Bank Indonesia dan asosiasi di Ubud 

Sementara itu, dibandingkan nasional jumlah jaringan kantor Penyelenggara KUPVA BB di Provinsi Bali mencapai 29 persen.

Secara spasial, jaringan kantor di wilayah Bali,  jumlah kantor yang paling banyak berada di wilayah Kabupaten Badung, yaitu 67 persen.

Kemudian 12 persen berada di Kota Denpasar, 11 persen di Kabupaten Gianyar, dan 10 persen tersebar di kabupaten lainnya.

Jaringan kantor KUPVA BB, yang berlokasi di Gianyar tercatat 69 kantor, terdiri dari 12 kantor pusat dan 57 kantor cabang.

Dengan total transaksi Rp3,97 triliun atau 11 persen, dari total transaksi KUPVA di wilayah Provinsi Bali yang mencapai Rp37,8 triliun.

Dari sisi komposisi per mata uang asing, mata uang USD masih mendominasi yaitu Rp13,8 triliun atau 40 persen.

Kemudian AUD 8,89 triliun atau 25 persen, dan mata uang asing lainnya sejumlah Rp4,97 triliun atau 14 persen dari total transaksi selama tahun 2019.

“Jumlah transaksi penukaran valuta asing yang cukup besar ini, tentunya memberikan peluang bagi masyarakat melakukan kegiatan usaha valuta asing,” katanya.

Untuk itu, Bank Indonesia memandang perlu melakukan kegiatan sosialisasi yang memberikan penjelasan mengenai proses perijinan, untuk memulai kegiatan usaha penukaran valuta asing.

Serta mengenal ciri ciri KUPVA bukan bank yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved