Kupva BB

Jaga Citra Pariwisata Bali, BI Gencar Sosialisasi KUPVA BB dan Ajak Kerjasama Masyarakat Ubud

Dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga penyelenggaraan KUPVA BB agar berjalan dengan baik.

anak agung seri kusniarti
Suasana pemukulan gong sosialisasi tentang Kupva BB oleh Bank Indonesia dan asosiasi di Ubud 

Selain itu, Bank Indonesia juga menyadari dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap KUPVA BB yang cukup banyak tersebar di Bali.

“Maka Bank Indonesia tidak mungkin melakukannya sendirian, tetapi harus bekerjasama dengan berbagai pihak dan salah satunya mengajak Majelis Desa Adat Kecamatan Ubud, untuk bersama-sama menjaga agar penyelenggaraan KUPVA BB berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan adalah menandatangani pernyataan bersama.

Adapun ruang lingkup pernyataan bersama ini, meliputi kegiatan sosialisasi dan fasilitasi dalam upaya memberikan pemahaman terkait penyelenggaraan KUPVA, melakukan sinergi sumber daya dalam rangka pembinaan, pemantauan dan penertiban KUPVA bukan bank tidak berizin, serta melakukan pertukaran data/informasi terkait KUPVA Bukan Bank.  

“Bank Indonesia meyakini dengan kerjasama ini, selain mampu menjaga aktifitas kegiatan penukaran valuta asing berjalan dengan baik, juga akan mencegah munculnya kegiatan KUPVA BB yang tidak berijin yang seringkali melakukan kegiatan penukaran yang merugikan wisatawan sehingga merusak citra wisata di Ubud khususnya, dan Bali pada umumnya,” tegasnya.

Bank Indonesia berharap kerjasama ini, dapat menciptakan ketentraman dan kenyamanan masyarakat dan para wisatawan di wilayah Kecamatan Ubud yang nantinya dapat meningkatkan citra pariwisata Bali menjadi lebih baik. 

Ke depannya Bank Indonesia juga akan bekerjasama dan berkoordinasi, dengan semua desa adat, khususnya desa adat yang menjadi kantong-kantong pariwisata di wilayah Provinsi Bali.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan melakukan koordinasi dan kerjasama lebih intensif dengan stakeholder terkait lainnya baik dengan pemda, kepolisian, asosiasi KUPVA, desa adat di wilayah Provinsi Bali maupun dengan Satpol PP untuk melakukan upaya pencegahan penertiban kegiatan KUPVA BB tidak berizin.

“Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya, bersama dalam meningkatkan pelayanan KUPVA kepada wisatawan yang terus mengalami peningkatan sekaligus menjaga citra pariwisata Bali,” imbuhnya. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved