KUPVA BB

Pemuka Adat Dianggap Pas Sosialisasi Tentang KUPVA BB Berizin di Daerah Wisata Ubud

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ayu Astuti, menyayangkan masih adanya KUPVA BB tidak berizin di Hal ini dapat mencoreng citra Bali, sebaga

Pemuka Adat Dianggap Pas Sosialisasi Tentang KUPVA BB Berizin di Daerah Wisata Ubud
anak agung seri kusniarti
Kerjasama KPwBI Bali bersama Kecamatan Ubud dan Asosiasi Pedagang Valuta Asing untuk ikut mengawasi dan sosialisasi mengenai KUPVA BB berizin di Ubud 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, GIANYAR – Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ayu Astuti, menyayangkan masih adanya KUPVA BB tidak berizin di Bali.

Hal ini dapat mencoreng citra Bali, sebagai daerah tujuan pariwisata favorit di dunia.

Wanita yang akrab disapa Ayu ini, bahkan mendengar kabar bahwa penipuan juga terjadi di wilayah Ubud, Gianyar, Bali oleh money changer bodong.

Untuk itu, ia bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengajak pemuka adat di Ubud agar paham tentang KUPVA BB.

Sehingga ke depannya bisa ikut mensosialisasikan, dan memantau apabila ada KUPVA BB bodong atau nakal di wilayah Ubud dan sekitarnya.

“Tujuan kami ke Ubud, memberikan pembekalan dulu. Makanya dari bendesa adat dan jajarannya kami ajak, sebab mereka mempunyai kewenangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga harus paham dan mengerti apa itu KUPVA BB,” jelasnya di Ubud, Senin (10/2/2020).

Ia pun senang, melihat pemuka adat di Ubud sangat antusias terhadap hal ini.

Sehingga ke depannya, seluruh lapisan masyarakat mampu ikut menjaga iklim pariwisata dan citra Ubud sebagai destinasi dari peredaran pelaku KUPVA BB bodong alias ilegal.

“Poin kerjasama, besar harapan kami berkurangnya money changer tak berizin di Ubud,” tegas Ayu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved