KUPVA BB

Pemuka Adat Dianggap Pas Sosialisasi Tentang KUPVA BB Berizin di Daerah Wisata Ubud

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ayu Astuti, menyayangkan masih adanya KUPVA BB tidak berizin di Hal ini dapat mencoreng citra Bali, sebaga

anak agung seri kusniarti
Kerjasama KPwBI Bali bersama Kecamatan Ubud dan Asosiasi Pedagang Valuta Asing untuk ikut mengawasi dan sosialisasi mengenai KUPVA BB berizin di Ubud 

Kemudian terus memberi pemahaman kepada masyarakat, bahwa usaha KUPVA BB masih menjanjikan, apalagi Ubud adalah daerah wisata.

Ia menyebutkan, ada sekitar belasan money changer bodong yang terlacak di Ubud.

Hal ini, kata dia, merugikan wisatawan asing karena terkadang uang yang mereka tukarkan jumlahnya berkurang.

“Belakangan wilayah Kuta dan Seminyak kan ketat dengan money changer bodong ini, disinyalir mereka lari ke Ubud,” katanya.

Untuk itu, ia berharap kerjasama dengan desa adat dan pemuka adat seperti ini dilakukan juga di wilayah lain, khususnya wilayah kantong-kantong wisata.

“Ya mungkin nanti, dibuatkan pararem atau aturan adatnya juga,” katanya.

Hal lainnya, agar masyarakat tahu ciri-ciri KUPVA BB berizin dan tidak berizin.

Kemudian dapat melaporkan ke pihak terkait agar dapat ditindak.

Camat Ubud, I.B. Putu Suamba, mengatakan hal ini penting bagi Ubud.

“Apalagi Ubud sangat disukai baik turis asing maupun domestik,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved