KUPVA BB

Pemuka Adat Dianggap Pas Sosialisasi Tentang KUPVA BB Berizin di Daerah Wisata Ubud

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ayu Astuti, menyayangkan masih adanya KUPVA BB tidak berizin di Hal ini dapat mencoreng citra Bali, sebaga

anak agung seri kusniarti
Kerjasama KPwBI Bali bersama Kecamatan Ubud dan Asosiasi Pedagang Valuta Asing untuk ikut mengawasi dan sosialisasi mengenai KUPVA BB berizin di Ubud 

Sehingga KUPVA BB berizin akan mampu memberikan kenyamanan bertransaksi bagi wisatawan.

Bendesa Alit Majelis Desa Adat Kecamatan Ubud, I Made Suardana, mengapresiasi kegiatan KpwBI Bali dan asosiasi pedagang valuta asing ini.

“Kami bersama jajaran ke bawah, akan berusaha terus mendukung dan menyukseskan apa yang diinginkan oleh BI, karena kami sangat tahu betul kami selaku pemangku adat khususnya di Ubud harus ikut mengajegkan kepariwisataan di Ubud,” jelasnya.

Satu diantaranya, ikut mengawasi para penjual valuta asing ini.

“Mengenai awig-awig, kami akan membicarakan dengan para bendesa dahulu, kalau memang bisa dibuat kenapa tidak. Sebab kami di adat punya aturan untuk mengatur intern kami masing-masing yang berupa awig-awig atau pararem,” katanya. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved