Virus Corona

Efek Virus Corona, Bali Perlu Banting Setir Gaet Wisman Selain China

Indonesia, dan pengusaha membahas ihwal pariwisata Bali ke depan dalam acara Hospitality Leaders Talk bertema “Quality and Sustainability: A New

Efek Virus Corona, Bali Perlu Banting Setir Gaet Wisman Selain China
Istimewa
Para jajaran stakeholder pariwisata bersama pemerintah dan BI membahas sustainable dan quality tourism. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR - Insan pariwisata, pemerintah, bersama Bank Indonesia, dan pengusaha membahas ihwal pariwisata Bali ke depan dalam acara Hospitality Leaders Talk bertema “Quality and Sustainability: A New Paradigm of Bali Cultural Tourism” di Denpasar. 

Banyak agenda yang dibahas, mulai dari virus Corona, mitigasi resiko, peralihan wisman, hingga bagaimana membangun pariwisata berkelanjutan di Bali ke depan.

Virus Corona yang menyerang China, jelas berdampak bagi pariwisata Pulau Dewata.

Pasalnya dari 6,3 juta wisman (wisatawan mancanegara)  yang datang ke Bali tahun 2019. 

Lebih dari 19 persen disumbang turis asal negeri Tirai Bambu tersebut, dengan jumlah kunjungan mencapai 1,2 juta. 

Hal ini kemudian hilang dan tidak ada, saat China tak terbang sementara waktu ke Indonesia dan Bali mulai awal tahun 2019 ini karena virus Corona. 

Kondisi ini membuat Bali harus memikirkan strategi jangka pendek, sebagai solusi kekosongan posisi wisman China tersebut.

Wakil Ketua Umum I IHGMA, I Made Ramia Adnyana, mengatakan acara ini juga membahas hal tersebut. 

“Jadi acara ini digagas PHRI Bali, tujuannya menyatukan persepsi terkait quality tourism dan sustainable tourism. Nah kebetulan saat ini karena merebaknya isu virus Corona, kami ingin diskusi meminta masukan insan pariwisata di Bali,” jelasnya, Rabu (12/2/2020) di Denpasar. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved