Virus Corona

Efek Virus Corona, Bali Perlu Banting Setir Gaet Wisman Selain China

Indonesia, dan pengusaha membahas ihwal pariwisata Bali ke depan dalam acara Hospitality Leaders Talk bertema “Quality and Sustainability: A New

Istimewa
Para jajaran stakeholder pariwisata bersama pemerintah dan BI membahas sustainable dan quality tourism. 

Pembahasan ini sejalan, dengan arah impian untuk mendatangkan berkualitas.

“Kedua lebih memperkuat mitigasi, ketika terjadi krisis seperti sekarang ini, mengantisipasi hal buruk,” imbuhnya. 

Ramia menyebutkan, potensial loss dari kondisi ketidakhadiran wisman China ini sekitar 20-25 persen. 

Sebab dari 1,2 juta wisman China yang datang pada 2019, kemudian dibagi 365 hari, maka rata-rata yang datang ke Bali per hari adalah 3.000 pax. 

“Nah ini yang sekarang terhenti,” tegasnya. 

Alternatif pun, harus dilakukan oleh para pelaku dan praktisi pariwisata serta pemangku kepentingan.

Satu diantaranya banting setir dari menggaet wisman China, ke wisman tradisional Bali selama ini asal Eropa. 

“Termasuk menggaet wisman asal India, Amerika, dan pasar domestik Indonesia,” katanya. 

Mitigasi lain adalah kesiapan di bandara, sarana kesehatan dan sebagainya untuk antisipasi. 

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan pentingnya mix market dalam kondisi seperti ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved