Virus Corona

Efek Virus Corona, Bali Perlu Banting Setir Gaet Wisman Selain China

Indonesia, dan pengusaha membahas ihwal pariwisata Bali ke depan dalam acara Hospitality Leaders Talk bertema “Quality and Sustainability: A New

Istimewa
Para jajaran stakeholder pariwisata bersama pemerintah dan BI membahas sustainable dan quality tourism. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, setuju dengan hal ini. 

“Isu mengenai sustainable tourism dan green tourism memang menjadi topik hangat di dunia,” katanya. 

Jika Bali ke depan mendorong kualitas, maka akan lebih baik bagi pertumbuhan ekonominya.

“Tujuannya kan memang mendatangkan wisman yang punya dolar besar ke Bali dan Indonesia sehingga menyumbang devisa,” tegasnya. 

BI pun telah memantau, dan melihat beberapa negara penyumbang turis berkualitas ini seperti Amerika, Singapura, hingga Australia. 

Ia yakin dengan pendekatan terus-menerus, maka market yang kini masih kecil akan berkembang pesat ke depan. 

Untuk itu market atau pasar berkualitas harus terus disasar. 

Salah satunya dengan berpromosi.

“Nah 4-5 tahun lalu kan Tiongkok bukan nomor satu, tapi sekarang bisa nomor satu ke Bali. Jadi jika kita mendorong Eropa, India, Singapura dan sebagainya pasti juga bisa,” katanya.

Mengenai dampak Virus Corona bagi ekonomi Bali, ia mengatakan harus dilihat dalam kurun waktu 3-6 bulan ke depan. 

Walau demikian, melihat pengalaman mitigasi Bali terhadap erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu. 

Ia berpikir untuk dampak pariwisata karena virus Corona ini, juga akan bisa diselesaikan dengan baik. 

Strategi jangka pendek mengalihkan market ke negara lain bahkan domestik. 

Untuk itu, PHRI Badung telah mengusulkan ke Kementerian Pariwisata agar ada direct flight ke beberapa negara potensial seperti India, Amerika, London, Jepang, dan middle east.

“Domestik market menjadi penting, untuk menjaga okupansi rate hotel, kalau bisa dari 10 juta ke 12-14 juta,” sebut Trisno.

Apalagi isu virus Corona membuat banyak negara di dunia waspada, sehingga turis lokal lebih memilih plesiran di dalam negeri. 

Hal ini harus didukung banyak hal dan terus didorong.

Menurut PHRI Bali, satu diantara caranya adalah dengan menurunkan harga tiket pesawat. 

Sehingga lebih banyak lapisan masyarakat yang mampu membeli tiket, satu diantaranya untuk tujuan travelling. (ask )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved