QRIS

Sasar Destinasi Wisata, BI Gencarkan Sosialisasi QRIS Wujudkan Cashless Society

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, terus berupaya menyosialisasikan QRIS ke semua elemen. Baik pengusaha, pemerintah, pe

Istimewa/Bank Indonesia Bali
Suasana sosialisasi QRIS 

Satu diantaranya di Pasar Phula Kerti dan Pasar Ikan Kedonganan.

“Selain itu, 260 QRIS juga telah terpasang di pura, masjid, gereja, dan vihara di seluruh wilayah Bali sebagai wadah donasi digital,” sebutnya.

Trisno, sapaan akrabnya, menjelaskan penggunaan QRIS pun sangat mudah hanya dengan tap QR Code dari handphone.

Apalagi kini semua masyarakat telah memiliki gadget dan menggunakan handphone pada kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan revolusi sisem pembayaran, karena sektor keuangan pun tak luput dari disrupsi,” imbuhnya.

Lanjutnya, berdasarkan data We Are Social (2019), penetrasi penggunaan smartphone di Indonesia mencapai 133 persen dari total populasi.

Dengan kata lain, bahkan ada orang Indonesia yang memiliki lebih dari satu smartphone.

Tingginya penggunaan smartphone tersebut, kata dia, diiringi munculnya berbagai inovasi dalam sistem pembayaran berbasis smartphone mulai dari mobile banking hingga QR Code.

Trisno mengatakan, sebenarnya transaksi non tunai adalah sistem pembayaran digital tanpa menggunakan uang fisik yang mulai diperkenalkan pada 1990an.

Ada banyak bagi merchant dengan transaksi non tunai ini, seperti memudahkan operasional, mengurangi resiko uang palsu, efisiensi waktu, meningkatkan keamanan, memberikan kemudahan bagi customer, dan meningkatkan image positif serta sales.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved