IM3 Ooredoo

Sold Out, Sepatu Kolaborasi IM3 Ooredoo dan Band Kelompok Penerbang Roket di Bali

IM3 Ooredoo kembali melanjutkan kampanye “Collabonation” yang memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia mengkolaborasikan bakat mereka. Kali ini

anak agung seri kusniarti
Benny H. Hutagalung, VP-Head of PR & Brand Activation Indosat Ooredoo, berpose menunjukkan kartu SIM Card IM3 Ooredoo edisi khusus.  

Benny H. Hutagalung, VP-Head of PR & Brand Activation Indosat Ooredoo, menjelaskan bahwa sepatu edisi khusus tersebut telah sold out.

Ia menyebutkan, 150 pasang sepatu edisi khusus per kota telah sold out terjual. Termasuk di Bali sold out.

“Ini adalah upaya kami agar dekat dengan target audiens kami, karena kartu IM3 Ooredoo adalah sim card yang dekat dengan anak muda, dan trend anak muda sekarang suka membuat konten,” jelasnya.

Ia mengatakan pangsa anak muda itu di atas 50 persen. Untuk itu terus dilakukan pendekatan kepada anak muda.

Fahroni Arifin, Senior Vice President - Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo mengatakan, konsep Collabonation Meroket Bersama Compass memang berbeda dari event-event kolaborasi IM3 Ooredoo yang telah dilakukan sebelumnya.

“Pada kegiatan Collabonation kali ini, kami menggabungkan industri Telco, Band musik, dan brand Sepatu dari Indonesia. Kolaborasi dengan Kelompok Penerbang Roket dan Sepatu Compass membuktikan bahwa kampanye Collabonation IM3 Ooredoo bisa menjadi wadah kolaborasi positif bahkan lintas industri bagi generasi muda untuk bebas berkarya dan berkreasi bersama,” katanya di Badung, Rabu (26/2/2020).

Sepatu Compass edisi spesial Kelompok Penerbang Roket ini, hanya akan dijual pada saat tur Collabonation Meroket Bersama Compass di lima kota.

Sepatu edisi khusus ini dijual seharga Rp 658.000 dan tersedia dalam tiga desain yang dibuat oleh personel Kelompok Penerbang Roket: Rey Marshall (gitaris), Viki Vikranta (drum), dan John Paul Patton (bass).

Aji Handoko, perwakilan dari Sepatu Compass, menceritakan bahwa sepatu Compass edisi Kelompok Penerbang Roket memiliki ide yang genuine dengan menampilkan karakter jujur dari masing-masing personel dan dieksekusi secara bagus.

“Ide menggunakan bahan corduroy diambil dari identitas rock era ‘70-an Jimi Hendrix dan Woodstock. Masing-masing sepatu mempunyai kekuatan yang berbeda, dan tidak saling ‘makan’ satu sama lain, membuat audience akan bingung ketika harus memilih. Sudut pandang berbeda dalam pengeksekusian sebuah kolaborasi brand sepatu dengan band,” ungkap Aji.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved