BVA Bali

Cegah Penyebaran Corona, Ini Langkah Antisipasi BVA Bali

Bali Villa Association (BVA) Bali, berinisiatif mengambil langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona kian meluas.

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
anak agung seri kusniarti
Ketua BVA Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, BADUNG – Bali Villa Association (BVA) Bali, berinisiatif mengambil langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona kian meluas.

Apalagi saat ini di Indonesia terdeteksi dua orang telah terkena virus yang sedang mewabah di banyak negara ini.

BVA Bali melihat, langkah antisipasi ini selain melindungi diri sendiri dan orang sekitar, juga untuk memberikan citra positif bagi Pulau Dewata.

Mengingat Bali merupakan tujuan destinasi dunia, dan perekonomian Bali dominan disumbang dari sektor pariwisata.

Ketua BVA Bali, I Gede Ricky Sukarta, menjelaskan beberapa langkah antisipasi yang diambil BVA Bali beserta membernya.

“Action plan BVA, secara internal di masing-masing villa menyiapkan alat sejenis thermo scanner untuk mengecek turis yang datang di pintu masuk,” jelasnya dalam temu media di Denpasar, Selasa (3/3/2020).

Pengecekan suhu badan, kemudian menanyakan riwayat perjalanan tamu juga dilakukan. Sehingga tamu yang masuk aman dan jika terdeteksi bisa segera dirujuk sesuai SOP yang diberikan pemerintah.

“Saya berharap tamu kalau ke Bali merasa aman dan nyaman, untuk itu kami berharap pemerintah bisa cepat memberikan SOP tata cara kepada asosiasi,” jelasnya.

Serta otoritas dan pihak yang berwenang, melakukan pengecekan di pintu masuk Bali baik melalui bandara, pelabuhan, hingga fasilitas terminal dan kendaraan umum.

Termasuk menyediakan alat deteksi suhu badan, di destinasi wisata utama yang kerap ramai dikunjungi turis.

“Jadi tidak ceremonial saja, tapi alatnya harus canggih,” tegasnya.

Langkah member BVA Bali, adalah langkah lanjutan untuk kian meyakinkan bahwa Bali siap dan aman untuk dikunjungi.

Bahkan secara internal pegawai dan sebagainya pun dilakukan pengecekan, agar tetap bekerja dengan optimal. Jika sakit segera disarankan mengecek ke rumah sakit atau klinik terdekat.

“Sejauh ini, tamu yang datang sangat apresiasi dengan pengecekan ini. Kami tidak menyentuh mereka hanya dengan scanner saja,” katanya.

Ia juga berharap, pemerintah segera mencarikan solusi terkait kesusahan yang dihadapi industri dan pelaku pariwisata saat ini di Bali. (ask)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved