Dampak Corona

Dampak Virus Corona, Guide dan Travel Agent di Bali Sementara Tak Berkegiatan

Ni Kadek Sumadewi, tak menyangka virus Corona yang menyerang China, akan berdampak besar pada karirnya sebagai guide di Bali. Wanita yang kerap disap

Istimewa/Humas Bandara Ngurah Rai
Tarian Cendrawasih 

“Setahu saya, guide China asli Bali ga terlalu banyak, kebanyakan memang orang Jawa yang dulu pernah kerja di China, orang Jakarta, Batam, hingga Tanjung Pinang,” jelasnya.

Ia mendengar, rekan sesama guide yang bukan asli Bali memilih pulang kampung karena tak ada job.

Sementara driver juga kebingungan karena tamu sepi, mengingat selama ini grup China banyak memberikan job bagi driver yang ada di Bali.

“Tamu Korea pun sepi, Jepang juga sepi karena di sana juga ada Corona kan,” katanya.

Lanjutnya, jika pun mereka mengejar tamu lain seperti India rasanya akan rebutan dengan rekan lain yang telah lebih dahulu menggarap market ini.

“Banyak rekan driver juga yang bawa turis China gak bisa bawa tamu bule karena keterbatasan bahasa,” katanya.

Dewi mengaku terakhir menghandle tamu pada 18 Februari 2020, dan itupun karena tamu tersebut extend tidak bisa pulang.

“Per tanggal 19 Februari 2020, aku sudah gak kerja,” keluhnya.

Ia yang menjadi freelance selama ini, memang menjadi guide per hari sehinga fee pun tidak menentu kadang Rp 200 ribu per hari kadang Rp 300 ribu.

Ia juga memiliki 3 mobil yang kini menganggur, karena driver tak ada job akibat sepinya tamu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved