Bandara Ngurah Rai Perketat Masuk Bali

Cegah COVID-19, Bandara Ngurah Rai Perketat Penumpang Masuk ke Bali

Mengantisipasi potensi penyebaran Virus Corona (COVID-19), melalui penumpang rute internasional. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – B

Istimewa/Doc Humas Angkasa Pura Bali
Suasana pemeriksaan ketat di Bandara Ngurah Rai Bali 

Melalui kebijakan yang dikeluarkan tanggal 5 Maret lalu tersebut, disebutkan empat butir kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Indonesia. Pertama, penumpang berkewarganegaraan Iran, Italia, Korea Selatan, serta penumpang berkewarganegaraan lain yang dalam masa 14 hari terakhir pernah mengunjungi wilayah Tehran, Qom, dan Gilang di Iran.

Lalu wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmont di Italia. Serta kota Daegu dan provinsi Gyeongsanbuk-do di Korea Selatan, akan ditolak izin masuk atau transit ke wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Kedua, untuk penumpang yang pernah mengunjungi Iran, Italia, dan Korea Selatan di luar wilayah yang disebutkan tersebut, diwajibkan dapat menunjukkan surat keterangan sehat atau health certificate yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan berwenang di ketiga negara tersebut.

Yang ketiga, para penumpang tersebut juga diwajibkan mengisi dan mengumpulkan Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan/HAC). Sedangkan yang keempat, bagi WNI yang pernah melakukan perjalanan dari ketiga negara tersebut, terutama dari wilayah yang disebutkan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan di bandara tujuan.

“Kebijakan yang dikeluarkan Kemenlu ini juga berlaku bagi cabin crew tiap-tiap maskapai. Jika ditemukan penumpang suspect virus ini, kami telah siapkan ruang pemeriksaan lanjutan, dan jika dipandang perlu, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Kami telah siapkan mobil ambulance, dibantu pula ambulance dari TNI AU dan KKP,” jelas Herry.

Untuk jalur yang dilewati penumpang yang masuk dalam kategori tersebut, juga langsung melakukan proses desinfeksi sebagai wujud eskalasi langkah pencegahan. “Selain di Terminal Kedatangan Internasional, kami juga menerapkan langkah pencegahan ini di Terminal Kedatangan Domestik, dengan menempatkan jalur pemeriksaan penumpang sebanyak 4 jalur serta 1 jalur di jalur transit,” katanya.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan thermometer infrared. Khusus untuk hal ini semua, pihaknya beserta TNI AU dan KKP akan melakukan penambahan personel untuk mengawasi pemeriksaan penumpang demi mencegah penyebaran Virus Corona di Bali.  (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved