Putri Bali

Putri Bali Akui Ada Dampak Corona Pada Atraksi di Bali 

Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, juga merasakan adanya penurunan akibat merebaknya

Putri Bali Akui Ada Dampak Corona Pada Atraksi di Bali 
anak agung seri kusniarti
Inda Trimafo 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, juga merasakan adanya penurunan akibat merebaknya virus Corona.

“Memang dampak dari virus Corona ini, bukan hanya bagi Bali tapi bagi dunia. Apalagi bagi kita yang mengandalkan wisatawan mancanegara (wisman) sungguh sangat terkena,” ujarnya kepada Tribun Bali, Senin (9/3/2020) di Denpasar.

Wanita yang kerap disapa Inda Trimafo ini, menjelaskan ada beberapa usaha member Putri Bali yang bahkan tutup sementara akibat hilangnya turis China dan turis asing lainnya. “Saya dengar hotel dan sebagainya juga kena dampak,” imbuh anggota dewan Badung ini.

Lanjutnya, industri yang langsung bersentuhan dan spesifik dengan market China cukup terdampak. Sementara yang menerima market mix, masih bisa survive hingga sekarang.

Penurunan bisnis sampai 90 persen, jika industri tersebut mayoritas bermain di market China. Sisanya sedang berjuang dengan bisnisnya masing-masing. “Bahkan ada turis yang sudah deal datang, ga jadi datang karena masih takut dengan isu virus Corona ini,” tegasnya.

Ia pun berpesan, agar semua orang tetap menjaga kesehatan dan tidak terlalu panik. Tetap menjaga kebersihan diri dan steril. “Sebab ada yang lebih bahaya dari penyakit, yaitu dampak ekonomi ke depan. Jadi tetap waspada tetapi tidak panik berlebihan,” jelasanya.

Semua keputusan pun, kata dia, harus diambil secara bijaksana sehingga tidak menyulitkan yang lain seperti halnya keringanan pajak. Lanjutnya, member Putri Bali yang cukup terdampak adalah aktivitas pantai yang kerap disukai wisman China. “Apalagi aktivitas seperti ini sangat mengandalkan grup dengan volume besar,” katanya.

Walau demikian, wisata kuliner masih berjalan dan beberapa destinasi wisata juga masih ramai dikunjungi di Bali. “Ya masih jalan 40-50 persen lah, semisal adanya kedatangan bis dari daerah lain untuk wisata lokal dan studi banding,” sebutnya.

Untuk wilayah, ia mengatakan Ubud dan Nusa Dua sekitarnya cukup terdampak. “Bagi saya Corona harus dilawan dengan awarness dan pengetahuan yang benar, agar tidak panik. Sehingga semua bisa menjalankan hidup dengan normal,” jelasnya. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved