Lippo Mall

Lippo Mall Tutup, Tapi Tenant Kebutuhan Pokok Masih Buka

Hendra Darmawan, Marketing Communication Lippo Mall Kuta, menjelaskan bahwa Lippo Mall juga sangat mengikuti imbauan pemerintah. Khususnya dalam pena

Istimewa/Doc Lippo Mall Kuta
Suasana pertunjukkaan di Lippo Mall Kuta 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hendra Darmawan, Marketing Communication Lippo Mall Kuta, menjelaskan bahwa Lippo Mall juga sangat mengikuti imbauan pemerintah.

Khususnya dalam penanganan terhadap virus Corona (Covid-19) ini, dengan melakukan penutupan mall sejak 28 Maret sampai 9 April 2020.

“Kami akan lihat nanti kondisinya ke depan, dan disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat serta daerah, dan banyak pertimbangan lainnya,” jelasnya pada Tribun Bali, Senin (30/3/2020).

Hendra, sapaan akrabnya, menambahkan jika ada perubahan akan diinformasikan lebih lanjut. “Namun kami fokus mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam menangani penyebaran Corona ini agar tidak meluas,” tegasnya.

Selain Lippo Mall Kuta, Lippo Plaza Sunset juga tutup pada periode tersebut.

Ia mengakui ada dampak signifikan pada bisnis mall, namun saat ini prioritas Lippo Mall adalah membantu mengurangi penyebaran Corona dengan tutup sementara.

“Karena keselamatan dan kesehatan adalah yang utama,” imbuhnya.

Ia pun berharap, langkah serius Lippo Mall ini sejalan dengan usaha pemerintah pusat dan daerah dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Kami terus berdoa, dan berpikir positif bahwa situasi akan segera membaik. Sehingga jam operasional mall kembali seperti semua, lalu Bali dan Indonesia bersatu melewati masa sulit ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum ditutup dilakukan penyesuaian jam operasional dengan waktu lebih pendek dari jam 11 siang sampai 8 malam saja.

“Saat ini kami hanya melayani pengunjung untuk tenant yang menyediakan kebutuhan pokok saja,” tegasnya.

Untuk Lippo Mall Kuta tenant tersebut, seperti Primo Supermarket, Guardian, Mr. D.I.Y, dan Vinyard. Dengan akses tangga AOS dan lobby utara.

“Dengan perubahan jam operasional, dan penutupan mall kami berharap mengurangi mobilitas warga dan melindungi publik dari dampak Covid-19,” katanya.

Kemudian mall juga memiliki waktu lebih untuk memastikan kebersihan gedung sebelum dibuka.

Karyawan yang bekerja di mall bisa menghindari desak-desakan di jam sibuk.

“Semua protokol keamanan publik seperti kebersihan gedung, pengukuran suhu badan semua pengunjung, menyediakan hand sanitizer tetap dijalankan dan diawasi secara ketat,” tegasnya.

Acara di dalam mall yang berpotensi mengumpulkan pengunjung juga telah ditiadakan. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved