Beachwalk

Utamakan Keselamatan Bersama, Beachwalk Tutup Hingga 10 April 2020

Mengikuti arahan pemerintah, dalam upaya penerapan social distancing guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Maka sejak 28 Maret – 10

Tribun Bali/Rizal Fanani
Suasana Beachwalk Shopping Mall di Kuta, Badung, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mengikuti arahan pemerintah, dalam upaya penerapan social distancing guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Maka sejak 28 Maret – 10 April 2020, Beachwalk Shopping Center tutup.

Namun ada beberapa tenant yang masih buka, diantaranya Guardian, Foodmart, Natural Farm, ATM Center, Central Kuta (Money Changer), BNI,dan Clinic.

“Sebelum tutup kami telah mengubah jam kunjung mall, dari jam 11 siang sampai 9 malam waktu Bali,” jelas Marketing & Communications Manager Beachwalk Shopping Center, Luh Made Winda, kepada Tribun Bali, Senin (30/3/2020).

Keputusan ini pun, kata dia, diambil sesuai imbauan pemerintah.

“Nanti 11 April 2020 kami kembali buka, dengan jam operasional tidak seperti biasanya. Lebih pendek, yaitu dari jam 11 siang sampe 9 malam,” sebutnya.

Tenant yang buka ini, kata dia, menyediakan kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan dan vitamin, hingga kebutuhan akan uang tunai.

Mall yang kerap disebut BW ini, juga menerapkan social distanding di kawasannya.

Misalkan ada penunjuk arah atau informasi di dalam mall terkait social distancing. Sehingga memastikan pengunjung tetap menjaga jarak. “Kami juga mengingatkan harus cuci tangan,” imbuhnya.

Di setiap titik-titik strategis mall seperti pintu masuk juga dijaga security dan disediakan hand sanitizer termasuk pengecekan suhu tubuh.

“Jadi sebelum masuk, baik pengunjung, pegawai toko, hingga management semua dicek,” tegasnya. Ada hampir 200 tenant di dalam BW.

Ia menegaskan, apabila  ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas 37 drajat maka tidak bisa masuk dan langsung diarahkan ke klinik. “Kami cek dan kalau harus kami arahkan ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya,” jelasnya.

Harapannya, adalah kesehatan baik pekerja di BW maupun pengunjung aman. Ditutupnya mall ini juga membantu agar warga stay at home, atau tinggal di rumah saja.

“Termasuk work from home juga dimaksimalkan, agar kondisi ini cepat pulih. Dengan orang disiplin kan korban bisa ditekan lalu semuanya cepat pulih,” katanya.

Saat kondisi secara keseluruhan pulih, tentu akan mempengaruhi bisnis BW juga.

“Intinya sehat dulu, semuanya pulih secara global dan bisnis mall juga pasti membaik. Makanya tenant yang dibuka adalah tenant yang benar-benar menjual kebutuhan dasar, buah, makanan, vitamin, kebutuhan uang,” imbuhnya.

Ia mengakui ada penurunan bisnis, namun hal ini dialami semua segmen bukan hanya mall atau BW saja. “Semua pasti menurun, tapi penting saat ini mensosialisasikan untuk masyarakat tetap stay at home,” tegasnya. (ask) 
    

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved