Corona Efek

Okupansi Nol Persen, Rai Akui Ada Hotel Yang Sudah Dijual

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengakui adanya beberapa properti hotel di Bali yang mulai dijual.“Saya lihat puluhan hotel s

Okupansi Nol Persen, Rai Akui Ada Hotel Yang Sudah Dijual
anak agung seri kusniarti
Rai Suryawijaya 

DENPASAR, TRIBUN BALI – Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengakui adanya beberapa properti hotel di Bali yang mulai dijual.“Saya lihat puluhan hotel sudah on sale (dijual), ya tidak bisa dipungkiri satu penyebabnya adalah Corona ini,” jelasnya kepada Tribun Bali, Senin (6/4).  

Rai menegaskan, sejatinya on sale properti hotel di Bali ini telah terjadi sejak tahun lalu. “Sebab memang industri pariwisata melesu, jadi ada beberapa pengusaha memindahkan propertinya ke daerah lain,” katanya. Dengan maksud investasi yang lebih sedikit tapi untungnya lumayan.

Hal ini dipicu persaingan yang ketat, baik di dalam negeri seperti dengan 10 destinasi unggulan baru yaitu Raja Ampat dan Mandalika.

Kemudian persaingan ketat dengan negara tetangga di Asia, seperti Vietnam, Thailand, dan sebagainya. “Apalagi negara tetangga memberikan kemudahan investasi,” imbuhnya.

Walau demikian, dampak penyebaran virus Corona yang paling memukul industri dan membuat banyak properti hotel dijual.

“Bervariasi ya, ada hotel bintang 3 sampai bintang 5, ada juga sejenis villa, apartemen, dan resort lainnya,” katanya. Dengan harga juga bervariasi bahkan ada sampai ratusan miliar.

Sementara untuk wilayah yang mendominasi masih di Badung. “Sebab kan dari total room 146 ribu, 102 ribu kamar itu di Badung hampir 70 persennya,” sebut pria yang juga Ketua BPPD Badung ini. Mungkin yang menjual mengalihkan investasinya ke daerah lain di wilayah Bali atau luar Bali.

Selain karena dampak COVID-19, penyebab puluhan hotel menjual propertinya karena tantangan yang kian berat.

Rai juga memungkinkan, karena adanya masalah internal antara pengusaha (investor) dengan pengelola (karyawan). Serta beberapa alasan lainnya, seperti terjunnya tingkat hunian kamar atau okupansi rate.

“Okupanasi mulai awal April memang anjlok. Sebab 90 persen hotel sudah closed operasional, karena tingkat hunian zero (nol persen).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved