Guide Sepi Job

HPI : Tak Ada Tamu, Guide Ingin Beralih Jadi Kuli Bangunan 

Ketua HPI Bali, I Nyoman Nuarta, sangat sedih dengan wabah virus Corona (COVID-19) yang merebak di dunia hingga Bali. Pasalnya, hal ini menganggu sosi

HPI : Tak Ada Tamu, Guide Ingin Beralih Jadi Kuli Bangunan 
Instagram/ambrosiaalchemist
Lotus Lagoon 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR - Ketua HPI Bali, I Nyoman Nuarta, sangat sedih dengan wabah virus Corona (COVID-19) yang merebak di dunia hingga Bali. Pasalnya, hal ini menganggu sosial ekonomi hingga menghentikan industri pariwisata. Akibatnya banyak guide yang kini tak bekerja di Pulau Dewata. 

"Berbicara nasib anggota DPD HPI Bali yang anggotanya kurang lebih 5.000 orang, sudah hampir 1,5 bulan yang lalu kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 ini," jelasnya kepada Tribun Bali, Selasa (21/4/2020). 

Lanjutnya, banyak guide atau pramuwisata yang ingin beralih profesi menjadi pedagang, kuli bangunan, dan lain sebagainya untuk menyambung hidup. Namun apa daya, tak ada yang mbuat proyek gara-gara virus Corona ini. Sehingga guide tak memiliki penghasilan sama sekali. 

"Ini yang menjadikan anggota HPI bingung, apalagi terkait dengan biaya hidup mereka," tegasnya. Mengingat 70 persen, member HPI telah berumah tangga memiliki anak dan kewajiban perbankan. "Ada yang punya utang, bayar listrik, telepon, biaya anak dan lainnya," imbuh Nuarta.

Mereka semua kebingungan, karena tak ada sumber penghasilan baru pasca berhenti menjadi guide. Langkah yang dilakukan DPD HPI Bali adalah, secara internal organisasi memberikan discount 50 persen kepada anggota untuk membayar iuran setiap bulan.

Hal ini telah diterapkan sejak bulan April 2020, hingga September 2020 untuk jangka pendek. Iuran per bulan ini, sebesar Rp 10.000. "Nah kebanyakan di bayar setiap 3 tahun, ketika member akan memperpanjang lisensi guide," sebutnya. 

Bahkan apabila virus Corona, hingga bulan September belum tuntas tidak menutup kemungkinan DPD HPI Bali akan menggratiskan iuran pada anggota. Rencana lainnya, DPD HPI Bali akan menyalurkan bantuan pada anggota yang belum mendapat bagian sumbangan sembako yang disalurkan ke lapangan. 

"Memang ada sumbangan dari berbagai pihak, tapi sudah bisa dipastikan anggota HPI tidak semua mendapatkan bantuan itu," katanya. Sehingga sumbangan akan diambil uang iuran anggota dan akan dipergunakan untuk membelikan sembako  membantu anggota.

"Tentu ini akan kami rapatkan dulu," katanya. Hal lainnya, HPI Bali juga telah mengirim data ke kementerian untuk mendapatkan kartu pra kerja. "Cuma yang saya baca dan dengar lewat media sosial serta media, kartu prakerja ini di dalamnya akan ada pelatihan," sebutnya. 

Ia berharap agar kartu pra kerja lebih diutamakan ke pemberian dana bukan pelatihan. Apalagi berdasarkan info yang dia dengar,  pelatihan itu memotong sekitar Rp 1 juta subsidi yang akan diterima  oleh pihak anggota.

"Sebenarnya yang diinginkan oleh anggota gak perlu  dulu pelatihan itu. Mereka butuh subsidi uang, nanti kalau sudah mulai pulih silakan buat pelatihan sebanyak-banyaknya kami akan dukung," tegasnya. Data nama member HPI Bali pun, kata dia, telah dikirim ke kementerian sebanyak 4.500 orang. "Sebab guide yang aktif 5.000an, walau jumlah yang tercatat hampir 12.000," sebutnya. 

Ia berharap ini bisa membantu member mendapatkan penghasilan sementara sampai virus Corona ini hilang. Sampai saat ini ia belum mendengar balasan dari pusat. Guide di Bali telah ada dan eksis sejak 1969, dan sistemnya 98 persen freelance guide bukan staf. Sehingga tidak ada pehaka, namun mereka otomatis kehilangan pekerjaan karena tak ada tamu. 

Awal yang langsung terkena imbas adalah guide berbahasa Mandarin, karena penutupan penerbangan dari China ke berbagai negara termasuk Bali. Dari 12.000, sekitar 1.200 orang adalah guide berbahasa Mandarin yang langsung terkena dampak kehilangan pekerjaan karena virus Corona. Kemudian disusul guide berbahasa asing lainnya dan guide tamu domestik, setelah mulai diterapkan lockdown dan social distancing. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved