BI Galakkan QRIS

Bebaskan Biaya Pemrosesan, Lebih Dari 80 Ribu Merchant Gunakan QRIS di Bali

Bank Indonesia terus meningkatkan berbagai instrumen kebijakan sistem pembayaran, untuk memperluas penggunaan transaksi pembayaran secara non tunai sa

Bebaskan Biaya Pemrosesan, Lebih Dari 80 Ribu Merchant Gunakan QRIS di Bali
anak agung seri kusniarti
Sosialisasi Pekan QRIS di Mall Level 21 Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

DENPASAR, TRIBUN BALI – Bank Indonesia terus meningkatkan berbagai instrumen kebijakan sistem pembayaran, untuk memperluas penggunaan transaksi pembayaran secara non tunai saat pandemik COVID-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS (QR Indonesian Standard) bagi pedagang kategori Usaha Mikro (UMI).

Masa berlaku potongan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0 persen ini efektif mulai 1 April 2020 hingga 30 September 2020. Melanjutkan ini, BI melakukan Webinar atau web seminar bertema “Cegah COVID-19 Dengan Transaksi Non Tunai” bersama awak media dan stakeholder terkait.

Trisno, sapaan akrabnya, menjelaskan hingga 10 April 2020, merchant QRIS di Bali tercatat sebanyak 80.717. “Sebaran paling banyak di Kota Denpasar,” katanya, Jumat (24/4). Dengan pangsa sebesar 51 persen. Jumlah tersebut meningkat 217 persen, dibandingkan dengan jumlah merchant pada akhir tahun 2019. Di atas rata-rata peningkatan nasional sebesar 89 persen.

Merchant pengguna QRIS di Kota Denpasar mendominasi hingga 21.201, dan paling kecil di Bangli 589 merchant. “Sosialisasi QRIS, kepada stakeholder dengan memanfaatkan platform digital kami lakukan tiap minggu. Dengan target audiens bervariasi seperti mahasiswa atau akademisi hingga pelaku UMKM,” tegas Trisno.

Lanjutnya, ke depan BI mendorong sosialisasi penggunaan QRIS oleh pelaku usaha. Diantaranya oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia APBI. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Pasar tradisional se-Bali, dan UMKM. Termasuk mendorong sosialisasi dan penggunaan kepada kepala daerah, dinas koperasi, badan pendapatan daerah, hingga badan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

“Mengakselerasi sosialisasi pada mahasiswa melalui media online seperti Webinar, talkshow, dan lomba kreatif QRIS,” jelasnya. Perluasan implementasi penggunaan QRIS, di seluruh lapisan masyarakat juga dilakukan. Seperti di hotel menengah ke bawah, rumah sakit, apotek, minimarket, hingga restoran. “Bahkan belanja online di Pasar Phula Kerti juga bisa menggunakan QRIS,” sebutnya.

Belanja di pasar tradisional Phula Kerti dapat dilakukan dengan aplikasi e-Semeton, yang dilengkapi berbagai fasilitas pembayaran non tunai termasuk QRIS. Bekerjasama dengan Forum Pengelola Pasar Daerah di Kota Denpasar. Trisno mengatakan, cara bertransaksi dengan QRIS juga sangat mudah. Tinggal memilih dan membuka aplikasi pembayaran yang diinginkan. Kemudian scan QRIS dan periksa nama merchantnya. Lalu isi nominal dan bayar. (ask)

Sidebar :

Lebih lanjut Trisno, memaparkan bahwa Bank Indonesia telah menurunkan biaya Sistem Kliring Bank Indonesia (SKNBI), dari sebelumnya Rp3.500 menjadi Rp2.900 (biaya maksimum yang dikenakan bank ke nasabah).

Kebijakan ini berlaku efektif mulai 1 April 2020 hingga 31 Desember 2020.“Selain itu, Bank Indonesia juga mendukung akselerasi elektronifikasi, penyaluran program-program sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Prakerja, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” imbuh Trisno.

Bagi pengguna kartu kredit, Bank Indonesia akan melakukan pelonggaran kebijakan kartu kredit. Per 1 Mei 2020, penurunan batas maksimum suku bunga dari 2,25 persen menjadi 2 persen per bulan.

Pada periode 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020, Bank Indonesia juga mengambil beberapa kebijakan, antara lain penurunan nilai pembayaran minimum sementara dari 10 persen menjadi 5 persen.

Penurunan besaran denda keterlambatan pembayaran dari 3 persen atau maksimal Rp150.000 menjadi 1 persen, atau maksimal Rp100.000. Serta mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak COVID-19, dengan mekanisme menjadi diskresi masing-masing penerbit kartu kredit. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved