Yayasan Di Bali

Mengenal Yayasan Kaki Kita, Yayasan Di Bali Utara

Yayasan ini sendiri memiliki Visi untuk menjadi layanan kegiatan sosial yang khususnya di Buleleng

Istimewa
Bersumber dari Founder Yayasan Kaki Kita, Ns. I Made Aditiasthana, S.Kep., 

Untuk program kedua di Yayasan Kaki Kita adalah Pembuatan kaki palsu.

"Pasien yang diamputasi baik karena kencing manis lalu diamputasi, atau memang cacat bawaan dan difabel nantinya akan kita buatkan kaki palsu sehingga Ia bisa produksi kembali. Sementara ini dari awal dari kami mendirikan Yayasan kami selalu mencoba untuk mencari donatur," ungkapnya.

Tambahnya, pasien nantinya akan mengisi form yang dimana akan menjadi dasar dalam dibuatkannya kaki palsu.

Selanjutnya, pada program ketiga di Yayasan Kaki Kita adalah pemberdayaan untuk penyandang difabel.

" Orang yang sudah diamputasi tersebut akan kami buatkan kaki palsu. Namun, biasanya seperti beberapa pasien yang kami temui dia sudah memiliki kaki palsu tapi dia tidak memiliki pekerjaan karena faktor fisiknya. Dan kita lihat sendiri kalau sangat jarang sekali ada tempat kerja yang memperkerjakan difabel dan kami mencoba dari program ketiga ini untuk bagaimana kami membuat usaha yang kedepannya bisa memberdayakan difabel," terangnya.

Pemberdayaan ini sendiri juga ditentukan oleh minat dari teman-teman difabel tersebut.

Yayasan ini sendiri telah bekerjasama dengan beberapa pihak dan salah satunya dengan Rumah Plastik di Buleleng.

Dan rencana kedepan pihaknya akan membuat kaki palsu yang berbahan limbah plastik dan akan dijual dengan harga yang seterjangkau mungkin sehingga teman-teman difabel yang memiliki ekonomi kebawah masih bisa tetap membelinya.

Menurut Ns. I Made Aditiasthana, S.Kep., Yayasan Kaki Kita telah memiliki alat-alat untuk mengolah besi dan kayu sehingga bisa menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomis seperti meja sudut, asbak, lampu hias, dan juga meja dengan berbahan limbah sampah.

Ns. I Made Aditiasthana, S.Kep., sendiri mengaku telah memiliki banyak rencana kedepannya dalam hal menghadirkan suatu usaha yang bisa memperdaya teman-teman difabel namun Ia mengaku bahwa adapun tantangan yang Ia temui adalah masalah mengenai biaya serta ketidakmauan dari difabel itu sendiri untuk diberdayakan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved