Silaturahmi Media Via Online Zoom

AMB Silaturahmi Bareng Media dan Blogger Bahas Hoax di Tengah Pandemi Corona

Merebaknya informasi hoax di masyarakat, kian menambah resah di tengah kekhawatiran terus meluasnya pandemi akibat COVID-19 (Corona). Untuk itu, Astr

AMB Silaturahmi Bareng Media dan Blogger Bahas Hoax di Tengah Pandemi Corona
Istimewa
Suasana gathering AMB dengan media dan blogger 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A  A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR – Merebaknya informasi hoax di masyarakat, kian menambah resah di tengah kekhawatiran terus meluasnya pandemi akibat COVID-19 (Corona).

Untuk itu, Astra Motor Bali (AMB), mengajak media dan blogger membahas ihwal memilah informasi yang tepat. Silaturahmi ini diwujudkan dengan gathering bertajuk “Weekend For Media (WFM) With Honda” dengan aplikasi Zoom.

Hal ini sesuai arahan dan imbauan pemerintah, terkait social dan physical distancing atau jaga jarak dan larangan berkumpul. Guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Gathering online pun dimulai sekitar pukul 20.00 Wita, bersama 15 peserta dari media dan blogger. Dikomandoi team Corporate Communication atau yang sering disebut Corcom, diskusi nampak asyik dan seru. Walau terkadang tersendat, karena signal buruk.

Agung Mayuni, memulai dengan sambutan mengenai materi yang akan dibahas dalam diskusi tersebut. Materi bertajuk “Media Dalam Pusaran Badai Corona” ini dibawakan oleh seorang pemateri dari jurnalis senior Bali, bernama Edo.

Pria bernama lengkap Emanuel Dewata Oja, menjelaskan cara menangkal hoax di tengah situasi genting saat ini. Ia menyarankan, agar setiap orang menjaga tangan dan mulutnya sehingga tak terjerat hukum karena share informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ada 6P yang menjadi kunci menangkal hoax, yang pertama adalah “Perhatikan Hati” sebab berita atau informasi hoax kerap bersifat memprovokasi membuat marah, jengkel, dan sebagainya.

“Kemudian “Pesan Berantai” atau pesan yang tidak jelas asal-usulnya. Harus diwaspadai bahwa itu adalah berita hoax,” jelasnya, Minggu (26/4/2020). Selanjutnya adalah “Periksa Sumber” sehingga berita yang dibaca jelas validitasnya. Apabila sumber anonim harus hati-hati.

Tak kalah penting adalah, “Periksa Redaksinya” sebab media mainstream memiliki jajaran redaksi yang jelas mulai dari pemimpin redaksi hingga wartawan di lapangan. Untuk memilah, pembaca harus “Pakai Akal Sehat” sehingga informasi yang dibaca jelas dan disaring dengan benar sebelum dishare.

Kemudian waspada terhadap “Penyakit Kambuhan” yang dilakukan para penyebar hoax. Dengan tujuan yang tidak jelas dan kerap membuat gaduh. Edo juga menjelaskan banyak hal, agar media dan masyarakat bisa bijaksana dalam memberitakan dan membaca berita di tengah kondisi krisis karena pandemi COVID-19 ini.

Kegiatan via online yang merupakan agenda  pertemuan perdana dengan media ini, mendapat tanggapan antusias dari peserta. Semua peserta sebelum menggunakan aplikasi Zoom, diundang dan wajib bergabung dalam link group Whatsapp. Guna memudahkan komunikasi dan koordinasi.

“Dalam kegiatan  gathering online ini, tidak hanya bertegur sapa, namun ada juga sharing materi dengan konsep seminar ringan dibawakan Wakil ketua Bidang Organisasi PWI Bali, Emanuel Dewata Oja.

Manager HC3 Gede Partayasa, yang juga turut dalam kegiatan online ini mengatakan, silaturahmi kepada media tidak hanya dengan tatap muka secara langsung. “Tetapi juga bisa dengan online karena di tengah kondisi sekarang ini. Dengan gathering online ini, harapannya jalinan silaturahmi dengan kawan-kawan wartawan dan blogger tetap terjalin dan materi sharing dapat bermanfaat untuk peserta yang joint di acara ini,”ungkapnya.Selain sesi sharing, antusias peserta juga terlihat ketika quiz dan pertanyaan yang diajukan. (aSk)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved