DPD Putri Bali

Gerakkan Ekonomi, DPD Putri Bali Harapkan Subsidi Untuk Pakan Satwa

Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, mengharapkan pemerintah bisa memberi subsidi

Gerakkan Ekonomi, DPD Putri Bali Harapkan Subsidi Untuk Pakan Satwa
Istimewa/Doc Pribadi
Inda Trimafo saat menghadap Wagub Cok Ace membahas ihwal permintaan subsidi bagi pakan satwa dan kondisi terkini member Putri Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN_BALI.COM, DENPASAR – Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, mengharapkan pemerintah bisa memberi subsidi atau stimulus pada member Putri Bali.

Khususnya pada atraksi wisata yang berbasis konservasi dan satwa. Sebab dengan ditutupnya destinasi wisata, membuat pengusaha kian berat dalam menyediakan pakan bagi para satwa ini. Apalagi ada beberapa satwa yang dilindungi.

“Member Putri Bali itu kan ada pengusaha destinasi pantai, air terjun. Lalu ada soft adventure, ada alam berbasis konservasi, dan lain sebagainya. Ini menjadi daya tarik turis ke Bali, dan kini sangat terdampak,” tegasnya kepada Tribun Bali, Jumat (1/5/2020).

Khusus untuk destinasi dengan atraksi wisata, ada yang patner dengan BKSDA seperti Taman Safari dan Bali Elephant Camp di Badung. Ada pula yang memang secara alami telah dikeloa desa adat seperti di Monkey Forest dan Sangeh.

“Atraksi wisata di Badung memiliki satwa gajah sampai 15 ekor, kemudian di Taro ada 32 ekor. Dengan staf dari 200-600 orang, bahkan ada yang 1,000an,” sebutnya. Namun setelah pandemi COVID-19 menyerang hingga Bali, destinasi dan atraksi wisata ini tutup hingga 2 bulan sejak Maret-April 2020.

“Sejatinya bisnis sudah menurun dan tiarap sejak awal tahun 2020, jadi sudah hampir 4-5 bulan tidak ada pendapatan,” sebut wanita yang dewan Badung ini.

Pemilik POD Cokelat yang juga pengusaha cokelat dan rafting ini, mengaku telah lama merugi. “Tetapi kalau satwa kan kami harus tetap beri makan, apalagi satwa dilindungi,” tegasnya. Ia tak menampik banyak pula karyawan yang telah dirumahkan, karena tak ada pemasukan.

Hanya 20 persen karyawan yang dipekerjakan saat ini. Jika hal ini berlangsung lama, ia khawatir krisis ekonomi akan berdampak kian buruk. Saat ini, solusinya dengan mengurangi jumlah pakan tambahan satwa, seperti buah-buahan.Sehingga bisa efisiensi cost.

Ia menyebutkan, ada ribuan spesies di Taman Safari dan sebagainya. “Bayangkan saja, seekor gajah butuh makan 10 persen dari berat badannya. Rata-rata berat badan gajah 3-4 ton untuk Gajah Sumatera, sehingga membutuhkan 300 Kg rumput,” jelas Inda.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved