DPD Putri Bali

Gerakkan Ekonomi, DPD Putri Bali Harapkan Subsidi Untuk Pakan Satwa

Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, mengharapkan pemerintah bisa memberi subsidi

Istimewa/Doc Pribadi
Inda Trimafo saat menghadap Wagub Cok Ace membahas ihwal permintaan subsidi bagi pakan satwa dan kondisi terkini member Putri Bali 

Khusus di wilayah Carang Sari, Badung, dulu gajah ini diberi pakan pelepah kelapa, namun karena lokasinya jauh saat ini diberikan rumput saja. Kemudian rutin pemeriksaan dokter, obat cacing, dan sebagainya.

Pangan dari taman satwa, kata dia, setidaknya mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar per bulan. Inda yang mendapat masukan dari member Putri Bali, memikirkan cara dan berharap ada subsidi dari pemerintah.

Baik berupa bantuan pakan, atau dana cash untuk membeli pakan satwa. “Saya sudah menyampaikan kepada Wagub Bali, Cok Ace tentang hal ini.  Termasuk ide saya agar destinasi dibuka sedikit demi sedikit,” jelasnya.

Ia berharap pelan-pelan destinasi wisata di Bali bisa dibuka, sesuai protap guna menghindari penyebaran virus COVID-19.

“Semisal cek temperatur suhu rutin ke setiap pegawai dan pengunjung, penyemprotan desinfektan berkala, wajib memakai masker, cuci tangan, dan hand sanitizer. Serta jaga jarak dan membatasi jumlah kunjungan,” tegasnya.

Apalagi destinasi atau daerah tujuan wisata di Bali banyak yang outdoor dan luasannya hektaran. Sehingga konsep physical distancing bisa dilakukan dengan baik.

“Jika tidak demikian, selain krisis kesehatan, krisis ekonomi juga sangat berbahaya bagi Bali,” ujarnya. Walaupun turis tidak akan terlalu ramai, setidaknya perlahan denyut pariwisata di Bali mulai dihidupkan kembali.

Hal ini juga membantu, karyawan yang dirumahkan kembali bekerja. Pengusaha dengan atraksi wisata khususnya yang memiliki satwa bisa kembali membeli pakan. Dan kegiatan ekonomi kembali berjalan atau berputar.

Surat itu pun, ia tembuskan ke kementerian, serta stakeholder terkait agar segera ditindaklanjuti. Inda tidak 100 persen yakin akan mendapatkan bantuan, namun ia berharap pemerintah melihat kontribusi destinasi dan atraksi wisata di Bali selama ini yang menyumbang devisa.

“Mungkin sampai Maret 2020 kekuatan pengusaha pariwisata di Bali masih ada, tetapi sekarang semua susah. Kami berharap ada solusi terbaik,” katanya. Jumlah member Putri Bali mencapai 50 destinasi wisata yang terdaftar, namun ada yang belum masuk member.

Ia berharap yang belum masuk member, segera masuk karena jika terdata akan memudahkan bantuan seperti bantuan sembako dari kementerian. “Saat ini 80 persen pekerja telah dirumahkan, semoga penyebaran COVID-19 segera berakhir dan semua kembali normal,” imbuhnya. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved