Trafik XL Axiata

Sejak WFH, XL Axiata Akui Ada Kenaikan Trafik Hingga 15 Persen

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), mengakui adanya kenaikan trafik sejak pemberlakuan work from home (WFH) dan sekolah dari rumah.

Sejak WFH, XL Axiata Akui Ada Kenaikan Trafik Hingga 15 Persen
Istimewa/Doc XL Axiata
Henry Wijayanto, Head External Communications XL Axiata 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), mengakui adanya kenaikan trafik sejak pemberlakuan work from home (WFH) dan sekolah dari rumah.

“Selama periode waktu diberlakukannya kebijakan WFH, terjadi peningkatan trafik sekitar 10-15 persen dari kondisi normal,” sebut Henry Wijayanto, Head External Communications XL Axiata, kepada Tribun Bali, beberapa waktu lalu.

Secara keseluruhan, kata dia, layanan yang banyak digunakan masyarakat bisa terlihat dari proporsi trafik layanan yang digunakan. Paling banyak adalah streaming mencapai 52 persen, instant messaging13 persen, media social 13 persen, browsing sekitar 11 persen serta layanan VoIP 3 persen.

“Penggunanya kombinasi baik kalangan muda maupun tua, karena didorong adanya aktifitas bekerja dan belajar dari rumah,” tegasnya. Untuk wilayah di Indoensia, penggunaannya merata di berbagai wilayah, khususnya di area-area perumahan.

Trafik yang meningkat adalah trafik layanan data. “XL Axiata sudah menyediakan kemudahan bagi masyarakat dan pelanggan, untuk dapat beraktivitas bekerja dan belajar dari rumah. Dengan memberikan bebas akses gratis 2GB per hari sejak tanggal 18 Maret yang lalu,” jelasnya.

Untuk mengakses ke berbagai aplikasi pendukung, aplikasi-aplikasi tersebut mencakup kelas pintar, sekolah.mu, rumah balajar, Udemy, Ruang Guru, dan Zenius untuk para pelajar atau mahasiswa.

“Kemudian untuk mendukung aktivitas bekerja dari rumah dengan lebih nyaman, pelanggan juga mendapatkan kuota tersebut bisa digunakan mengakses sejumlah aplikasi dari Microsoft Office 365 ,serta kemudahan gratis mengakses materi perkuliahan secara online dari 14 universitas di Indonesia, dan portal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (https://belajar.kemdikbud.go. id/),” sebutnya.

Naiknya trafik penggunaan data ini, terlihat dan dicatat oleh BPS Bali. Kepala BPS Bali, Adi Nugroho mengatakan bahwa ekonomi Bali triwulan I-2020 tumbuh negatif 1,14 persen. Pertumbuhan negatif terdalam tercatat pada Kategori I (penyediaan akomodasi dan makan minum) yang tumbuh negatif 15,12 persen.

Diikuti Kategori H (transportasi dan pergudangan) tumbuh negatif 13,23. Kategori C (industri pengolahan) tumbuh negatif 11,29 persen, dan Kategori R,S,T,U (jasa lainnya) tumbuh negatif 8,98 persen.

“Hanya tiga kategori yang tercatat tumbuh positif, yaitu Kategori Q (jasa kesehatan dan kegiatan sosial) sebesar 1,52 persen, Kategori K (jasa keuangan dan asuransi) sebesar 1,21 persen, dan Kategori J (informasi dan komunikasi) sebesar 0,94 persen,” sebutnya.

Kategori lapangan usaha lainnya, yang memperoleh dampak positif dari pandemi Covid-19 ini adalah Kategori J (informasi dan komunikasi).

Aktivitas ekonomi terutama terkait penggunaan pulsa, dan paket data atau internet diduga mengalami peningkatan pada triwulan ini.

“Berbagai aktivitas work from home (WFH) bagi beberapa kalangan pegawai negeri, maupun swasta serta aktivitas belajar di rumah bagi para pelajar yang memerlukan koneksi internet telah berdampak langsung pada peningkatan output lapangan usaha ini,” katanya. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved